Jakarta, MI - Perubahan besar terjadi pada struktur pemegang saham PT Intiland Development Tbk. Investor asing bernama Hope Diamond Management Ltd. tercatat melakukan aksi akumulasi saham secara agresif hingga menguasai 13,55% saham emiten properti tersebut hanya dalam dua hari perdagangan.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Hope Diamond Management mulai masuk ke saham DILD pada 2 Juni 2026 dengan membeli sekitar 970 juta saham atau setara 9,36% dari modal disetor perusahaan.
Aksi pembelian berlanjut sehari kemudian. Pada 3 Juni 2026, investor tersebut kembali menambah kepemilikan sebanyak 434,87 juta saham atau sekitar 4,20%. Dengan tambahan tersebut, total saham yang dikuasai Hope Diamond mencapai 1,40 miliar lembar atau setara 13,55% kepemilikan di DILD.
Transaksi tersebut tercatat melalui broker AI milik UOB Kay Hian Sekuritas dengan kategori investor asing.
Menariknya, nama Hope Diamond Management sebelumnya belum tercantum dalam daftar pemegang saham utama DILD. Dalam Daftar Registrasi Efek bulanan per Mei 2026, investor tersebut bahkan belum masuk kelompok pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%.
Saat itu, struktur pemegang saham DILD masih didominasi oleh beberapa investor besar, antara lain CGS-CIMB Securities dengan kepemilikan 15,02%, PT CGS-CIMB Sekuritas sebesar 14,52%, PT Bina Yatra Sentosa 11,28%, Bali Private Villas Pte. Ltd. 7,49%, serta investor senior Lo Kheng Hong yang menggenggam 6,92% saham.
Masuknya Hope Diamond Management secara cepat membuat peta kepemilikan saham DILD berubah signifikan dalam waktu singkat dan menjadikannya salah satu pemegang saham terbesar perseroan.
Saham DILD Masih Tertekan
Meski terjadi aksi akumulasi besar oleh investor baru, pergerakan saham DILD belum menunjukkan respons positif. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), saham DILD ditutup melemah 6,31% ke level Rp104 per saham.
Aksi pembelian masif oleh Hope Diamond kini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama karena dilakukan dalam waktu singkat dan langsung mengantarkan investor tersebut ke posisi strategis dalam struktur kepemilikan DILD.

