Jakarta, MI - Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menanggapi kabar yang menyebut dirinya akan kembali masuk kabinet untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Saat ditemui usai menghadiri Grab Business Forum 2026 di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (9/6/2026), Chatib mengaku tidak mengetahui isu tersebut.
"Enggak tahu saya," ujarnya singkat.
Isu pergantian Menteri Keuangan ini mencuat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia. Meski demikian, Chatib memilih tidak berkomentar lebih jauh soal spekulasi yang beredar.
Dalam kesempatan yang sama, ia justru lebih banyak menyoroti tantangan fiskal yang sedang dihadapi pemerintah. Ia menyebut, pada dasarnya tugas Menteri Keuangan berfokus pada tiga instrumen utama dalam mengelola anggaran negara.
"Sebetulnya tugas dari Menteri Keuangan itu sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal. Naikkan, potong, pinjam. Itu hanya tiga itu," jelas Chatib.
Chatib menerangkan, pemerintah pada dasarnya hanya bisa meningkatkan penerimaan negara, memangkas pengeluaran, atau menutup kebutuhan pembiayaan melalui utang.
"Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam. As simple as that," katanya.
Namun, menurut Chatib, menaikkan pajak bukan opsi yang realistis dalam situasi ekonomi saat ini, karena bisa semakin menekan aktivitas dunia usaha dan melemahkan daya beli masyarakat.
"Masa di dalam situasi ini tax revenue, tax-nya mesti dinaikkan? Nggak mungkin juga," ungkapnya.
Di sisi lain, opsi memperbesar utang juga dianggap tidak menarik karena biaya pinjaman saat ini tengah tinggi akibat suku bunga global yang masih ketat.
"Siapa yang mau pinjam uang sekarang, cost-nya akan jadi sangat mahal," imbuhnya.
Oleh karena itu, ia menilai pilihan yang paling memungkinkan adalah melakukan penyesuaian belanja negara secara lebih selektif untuk menjaga kredibilitas fiskal tanpa menambah tekanan baru pada perekonomian.
"Maka opsi yang paling mungkin itu adalah opsi tiga. Cut the spending selectively," tandasnya.

