BREAKINGNEWS

DPR dan Pemerintah Siapkan Insentif, Antisipasi Dampak Kenaikan Pertamax

DPR dan Pemerintah Siapkan Insentif, Antisipasi Dampak Kenaikan Pertamax
Sembilan bahan pokok di pasaran.

Jakarta, MI— Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mulai memicu perhatian serius pemerintah dan DPR. Komisi XI DPR RI memastikan berbagai skema insentif dan stimulus tengah disiapkan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap daya beli masyarakat dan potensi lonjakan inflasi.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong inflasi, meski dampaknya diperkirakan tidak sebesar kenaikan BBM yang digunakan sektor industri.

“Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi. Berapa persennya kita belum tahu karena masih dalam perhitungan,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (10/6/2026).

Misbakhun mengungkapkan pemerintah bersama DPR saat ini sedang merumuskan berbagai bentuk bantuan dan insentif sektoral untuk meredam dampak kenaikan Pertamax terhadap masyarakat.

Menurutnya, pembahasan sudah dilakukan dan kini masuk tahap penghitungan teknis untuk menentukan bentuk stimulus yang paling tepat.

“Itu sedang dirumuskan. Sudah didiskusikan dan sedang dilakukan penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektoral,” ujarnya.

Fokus pemerintah, lanjut Misbakhun, adalah kelompok masyarakat pengguna Pertamax yang memiliki karakteristik konsumsi berdekatan dengan pengguna Pertalite. Kelompok inilah yang dinilai paling rentan terdampak kenaikan harga BBM non-subsidi.

DPR juga memperkirakan kenaikan harga Pertamax akan memicu perubahan perilaku konsumen. Banyak pengguna diprediksi beralih ke BBM dengan harga lebih murah, terutama Pertalite.

“Orang kan begitu harga naik, mencari harga yang paling rendah. Nanti akan kita lihat dampaknya seperti apa,” kata Misbakhun.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah sebenarnya telah menahan penyesuaian harga Pertamax dalam beberapa waktu terakhir. Namun setelah harga Pertamax Turbo dan Pertamax Green lebih dulu naik, kini penyesuaian harga Pertamax tidak lagi dapat dihindari.

Meski dampak inflasi diperkirakan masih terbatas, pemerintah tidak ingin mengambil risiko terhadap daya beli masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga energi.

Karena itu, berbagai opsi bantuan dan stimulus kini tengah dimatangkan agar dampak kenaikan Pertamax tidak meluas ke sektor konsumsi rumah tangga maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah cepat DPR dan pemerintah tersebut dilakukan menyusul kenaikan harga Pertamax yang kini menjadi Rp16.250 per liter, sekaligus untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mencegah tekanan inflasi yang lebih besar pada semester kedua 2026.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

DPR dan Pemerintah Siapkan Insentif, Antisipasi Dampak Kenai | Monitor Indonesia