Jakarta, MI - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menghadapi perkembangan industri digital yang terus berubah.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Drs. H. Sutarman, M.H. sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Mantan Kapolri itu diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan siber.
Langkah ini dinilai penting karena ancaman kejahatan siber terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kerugian akibat kejahatan siber mencapai Rp476 miliar pada periode November 2024 hingga Januari 2025. Sementara itu, laporan penipuan digital juga meningkat hingga 1,2 juta kasus pada pertengahan 2025.
Komisaris Utama PT Bukalapak.com Tbk, RD. Adi Wardhana Sariaatmadja, menyambut positif bergabungnya Sutarman dalam jajaran dewan komisaris.
“Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan,” kata RD. Adi Wardhana Sariaatmadja dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Tak hanya di tingkat komisaris, RUPST juga menetapkan perubahan di jajaran direksi. Natalia Firmansyah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama menggantikan Willix Halim yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Selain itu, pemegang saham turut menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana sebagai Direktur Perseroan. Manajemen menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis, operasional perusahaan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Natalia akan menjalankan tugas sebagai Plt. Direktur Utama hingga perusahaan menetapkan direktur utama definitif. Proses penunjukan tersebut nantinya akan mengikuti ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Perseroan menilai kombinasi pengalaman Sutarman di jajaran komisaris, kepemimpinan Natalia Firmansyah, serta peran Victor Putra Lesmana di tingkat direksi akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri digital yang bergerak cepat dan semakin kompetitif.
Perubahan tersebut juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang dilakukan perusahaan secara berkelanjutan.
Dalam RUPST yang sama, Bukalapak turut menyampaikan apresiasi kepada Yenny Wahid yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador Perseroan.
Komisaris Utama Bukalapak, RD. Adi Wardhana Sariaatmadja, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Yenny Wahid selama menjalankan tugasnya dan menilai perannya telah memberikan nilai positif bagi perkembangan perusahaan.
Bukalapak menghormati dan mendukung keputusan Yenny Wahid untuk melanjutkan pengabdiannya di bidang sosial, pendidikan, toleransi, dan pembangunan berkelanjutan melalui berbagai organisasi yang dipimpinnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan susunan manajemen yang baru, Bukalapak optimistis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi yang inovatif, aman, dan terpercaya. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

