Jakarta, MI - Danantara Investment Management (DIM) menerbitkan obligasi internasional perdana senilai 1,5 miliar dolar AS di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, termasuk ketidakpastian geopolitik dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Meski begitu, penerbitan ini mendapat respons positif dari pasar. Nilai peak orderbook atau antrean beli mencapai 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali nilai yang ditawarkan. Minat tersebut datang dari investor institusi di berbagai kawasan, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.
"Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan," tulis pernyataan resmi Danantara, Jumat (12/6/2026).
Obligasi yang diterbitkan DIM terbagi dalam dua seri, yakni tenor 5 tahun dan 10 tahun, masing-masing senilai 750 juta dolar AS. Imbal hasil yang ditawarkan sebesar 5,35 persen untuk tenor 5 tahun dan 5,95 persen untuk tenor 10 tahun.
Untuk seri 5 tahun, total permintaan mencapai 1,45 miliar dolar AS dari 68 akun investor. Amerika Serikat memegang 38 persen, Eropa-Timur Tengah-Afrika 41 persen, dan Asia 21 persen. Berdasarkan tipe investor: manajer aset/dana 82 persen, asuransi/dana pensiun 10 persen, bank 7 persen, bank swasta/lainnya 1 persen.
Sementara itu, seri 10 tahun mencatat permintaan sebesar 1,35 miliar dolar AS dari 63 akun. Komposisinya terdiri dari Amerika Serikat 52 persen, Eropa-Timur Tengah-Afrika 31 persen, dan Asia 17 persen. Berdasarkan tipe investor: manajer aset/dana 72 persen, asuransi/dana pensiun 25 persen, bank 2 persen, serta bank swasta/lainnya 1 persen.
Adapun, obligasi tersebut ditetapkan pada spread 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara Indonesia dan seri 10 tahun pada spread 34 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara.
Manajemen DIM menilai pencapaian spread yang mendekati kurva Republik Indonesia, dengan konsesi penerbitan perdana terbatas pada transaksi debut tanpa dukungan kurva eksisting maupun rekam jejak penerbitan, mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola, dan institusi DIM.
“Spread DIM terhadap kurva Republik Indonesia berada pada level yang kompetitif dibandingkan dengan penerbit berafiliasi sovereign yang telah mapan,” demikian keterangan resmi perusahaan.

