Surabaya, MI - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan (UNAIR), Kamis (12/6/2026).
Kerja sama strategis tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis BTN melalui inisiatif “Beyond Mortgage”, yang menempatkan perseroan tidak hanya sebagai penyedia layanan pembiayaan perumahan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam berbagai ekosistem kehidupan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan kemitraan dengan UNAIR dirancang sebagai kolaborasi jangka panjang yang mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh civitas akademika.
“Indonesia memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi nasional. Dengan lebih dari 44.000 mahasiswa serta lebih dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR merupakan ekosistem besar yang memiliki multiplier effect signifikan bagi perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia nasional,” ujar Nixon.
Melalui kerja sama tersebut, BTN akan menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi bagi institusi pendidikan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Salah satu langkah konkret yang akan direalisasikan adalah pembukaan outlet BTN di kawasan kampus UNAIR guna mempermudah akses terhadap layanan transaksi, pembiayaan, serta berbagai solusi digital banking.
Tidak hanya itu, kedua pihak juga sepakat memperluas kolaborasi pada bidang pengembangan sumber daya manusia, riset bersama, dukungan sarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran BTN di lingkungan kampus diharapkan mampu mendukung proses pendidikan dan penelitian yang lebih efisien serta terdigitalisasi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Nixon turut memberikan kuliah umum bertajuk “Financial Glow Up for Gen Z”. Ia menyoroti tantangan finansial yang dihadapi generasi muda di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Nixon, sebanyak 64 persen Gen Z di Indonesia saat ini mengalami tekanan finansial.
Kondisi tersebut memicu fenomena doom spending atau perilaku belanja impulsif akibat pesimisme terhadap masa depan. Faktor pendorongnya antara lain meningkatnya biaya hidup, kebutuhan mencari kenyamanan emosional, hingga penggunaan utang secara impulsif.
Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola keuangan, termasuk menempatkan tabungan dan investasi sebagai prioritas utama yang harus disisihkan sejak awal. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memiliki tujuan keuangan yang jelas, membangun dana darurat setara tiga hingga dua belas kali pengeluaran bulanan, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan utang.
“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, padahal hanya sebagian kecil yang rutin memverifikasi informasi yang mereka terima. Karena itu saya mengajak generasi muda menerapkan konsep Soft Saving, yaitu tetap menabung sambil menjaga keseimbangan kebutuhan kebahagiaan dan kesehatan mental,” kata Nixon.
Sebagai bagian dari strategi digital, BTN juga terus mengembangkan SuperApp Bale by BTN.
Hingga Mei 2026, aplikasi tersebut telah digunakan oleh 4,22 juta pengguna dengan total 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun.
Pengguna Bale by BTN didominasi oleh kalangan Milenial dan Gen Z, dengan fitur QRIS Payment menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan.
Sementara itu, Rektor UNAIR, , menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri perbankan sangat penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami menyadari bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi bersama dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurut Madyan, kehadiran layanan keuangan berbasis digital di lingkungan kampus sangat relevan dengan karakter mahasiswa saat ini yang telah akrab dengan teknologi. Karena itu, peningkatan literasi keuangan digital menjadi kebutuhan penting untuk mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kerja sama ini, BTN dan UNAIR berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan terintegrasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan ekonomi digital. (wan)

