Jakarta, MI - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan pemerintah siap menyelamatkan PT Granito apabila perusahaan memutuskan menghentikan operasionalnya, meski harga gas industri telah diturunkan.
Menurut Andi Gani, langkah itu disiapkan agar ratusan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa kembali bekerja. Saat ini, tercatat 447 anggota KSPSI di PT Granito telah kehilangan pekerjaan.
"Di rapat kemarin pemerintah memutuskan khusus untuk PT Granito kalau pengusahanya tidak melanjutkan, pemerintah akan mengambil alih. Kalau perusahaan tidak sanggup sedangkan harga gas sudah diturunkan tidak sangat luar biasa tetap tidak melanjutkan usahanya pemerintah saya tegaskan akan mengambil alih perusahaan tersebut untuk keselamatan para buruh yang ada yang sudah diputuskan di PHK," kata Andi Gani di Kantor KSPSI, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan dua cara untuk menyelematkan PT Granito. Pertama, mengakuisisi melalui Danantara. Kedua, mencarikan investor baru.
"Pemerintah pada saat kesempatan pertemuan kemarin berencana untuk mengambil alih dengan 2 cara, mencarikan investor baru atau diakuisisi oleh Danantara," ujar Andi.
Andi juga mempertanyakan keputusan PT Granito yang tetap melakukan PHK, padahal pemerintah telah memangkas harga gas industri. Menurutnya, harga LNG yang sebelumnya berada di kisaran US$20-23 per MMBTU kini turun menjadi US$13 per MMBTU.
Ia menilai penurunan harga gas seharusnya bisa meringankan beban operasional perusahaan. Karena itu, ia ingin mengetahui alasan lain yang membuat PT Granito tetap merumahkan ratusan pekerjanya.
"Jadi pertanyaan saya jadi lain-lain kok, kenapa tetap PHK, sedangkan harga gas sudah turun sangat-sangat signifikan buat saya pertanyaan besar masalah kamu apalagi nih sekarang kita sudah berjuangkan maksimal, harga turun sampai lebih dari US$ 9 dolar sampai US$ 10 per MBTU kok tetap mengambil kebijakan PHK," ungkapnya.
Andi memastikan KSPSI akan segera bertemu dengan manajemen PT Granito untuk mencari akar persoalan.
"Apakah ada kesulitan bahan baku atau apa, supaya kita bisa komunikasi. Kalaupun tetap pengusaha Granito itu mengambil keusahaan tutup kita KSPSi akan berupaya mencari jalan keluar solusi supaya tetap anggota kami dapat pekerjaan," tuturnya.
