BREAKINGNEWS

Tokopedia Kembali Diterpa PHK, TikTok Akui Lakukan Restrukturisasi Organisasi

Tokopedia Kembali Diterpa PHK, TikTok Akui Lakukan Restrukturisasi Organisasi
Tokopedia Kembali Diterpa PHK, TikTok Akui Lakukan Restrukturisasi Organisasi

Jakarta, MI– Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam Tokopedia. Di tengah beredarnya kabar bahwa hingga 90 persen karyawan terdampak efisiensi, TikTok selaku pemegang saham mayoritas mengakui tengah melakukan restrukturisasi organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D).

Meski tidak mengungkap jumlah pekerja yang terkena PHK, TikTok menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian organisasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," ujar Juru Bicara TikTok.

Restrukturisasi ini menjadi babak terbaru dari rangkaian efisiensi yang berlangsung sejak TikTok mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia pada akhir 2023. Enam bulan setelah akuisisi, sekitar 450 karyawan diberhentikan sebagai bagian dari proses integrasi perusahaan.

Pada 2025, Tokopedia kembali memangkas sedikitnya 420 karyawan dari berbagai divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), layanan pelanggan, hingga tim pemenuhan pesanan dan pergudangan. Sejumlah fungsi teknis bahkan dilaporkan dialihkan ke tim TikTok di China sebagai bagian dari integrasi sistem.

Kini, pada pertengahan 2026, isu PHK kembali mencuat setelah beredar informasi bahwa ByteDance, induk usaha TikTok, memangkas sebagian besar tenaga kerja Tokopedia dan hanya menyisakan sekitar 10 persen karyawan.

Menanggapi kabar tersebut, TikTok tidak membantah adanya penyesuaian organisasi, tetapi menegaskan langkah yang diambil difokuskan pada penyelarasan divisi riset dan pengembangan.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.

Sejumlah sumber sebelumnya menyebut efisiensi dilakukan karena struktur organisasi Tokopedia dinilai terlalu besar setelah bergabung dengan TikTok Shop yang memiliki lini bisnis serupa. Integrasi kedua platform disebut menjadi alasan utama perusahaan terus merampingkan jumlah karyawan demi meningkatkan efisiensi operasional.

Gelombang PHK yang berulang dalam tiga tahun terakhir pun memunculkan sorotan terhadap arah restrukturisasi Tokopedia pasca-akuisisi, terutama di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Tokopedia Kembali Diterpa PHK, TikTok Akui Lakukan Restruktu | Monitor Indonesia