Jakarta, MI - Nasib Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Kemenkeu (Kemenkeu) kini berada di ujung tanduk.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberi batas waktu hingga September 2026 untuk membenahi institusi tersebut.
Apabila dalam tenggat itu tak menunjukkan perubahan, DJBC akan dibubarkan dan digantikan oleh perusahaan asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).
"Ancaman Presiden jelas. Kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin," kata Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7/2026).
Purbaya mengungkapkan, Presiden sebenarnya telah memutuskan agar Bea Cukai langsung dibubarkan. Namun, ia meminta waktu untuk membenahi lembaga tersebut sebelum keputusan itu benar-benar dijalankan.
"Udah diputusin malah. Pak Presiden bilang, 'ganti, bubarkan'. Saya ngerayu dia sedikit, 'Pak, setelah ini Pak ya, biar saya beresin dulu'," ujarnya.
Karena itu, Purbaya menargetkan seluruh proses pembenahan dapat dirampungkan paling lambat September tahun ini. "Jadi saya minta betulin itu sampai September ini. Saya akan masuk lagi ke sana obrak-obrik semuanya," tuturnya.
Ia menilai pembubaran Bea Cukai bukan perkara sederhana karena akan berdampak pada ribuan pegawai. Purbaya pun mengaku telah menyampaikan langsung kondisi itu kepada jajaran pimpinan Bea Cukai.
"Bea Cukai itu sudah diputuskan dibubarin di rapat terbatas. Saya justru ngegebuk anda (Bea Cukai) ini supaya anda bisa memperbaiki diri supaya enggak dibubarin. Saya bisa ngerayu Presiden setahun," jelasnya.
Di tengah proses pembenahan, Purbaya mengaku masih menemukan dugaan pelanggaran, mulai dari praktik under invoicing hingga impor ilegal. Menurutnya, indikasi pelanggaran serupa masih terjadi di lingkungan Bea Cukai Jakarta meski jajaran pejabatnya telah dirombak.
"Sekarang yang Jakarta pun seperti itu sama, padahal pejabatnya baru. Ada yang monitor bahwa itu masih melakukan hal yang ini. Kita monitor terus. Udah kita obrak-abrik pun masih seperti itu. Yang jelas, nggak lama lagi kita tangkap," ungkap Purbaya.
Sebagai bagian dari langkah pembenahan, Purbaya mengatakan seluruh pejabat eselon II di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah diganti.
