Bandung, MI – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas langkah transformasi bisnisnya di Jawa Barat.
Jika selama ini identik sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, kini BTN mulai memperluas cakupan bisnis dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang menyasar berbagai sektor produktif.
Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat, Asvianti Handaru, mengatakan Jawa Barat dipilih sebagai salah satu wilayah utama untuk mendorong ekspansi bisnis perseroan.
Potensi ekonomi yang besar membuat BTN tidak lagi hanya mengandalkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi juga memperkuat pembiayaan dan layanan transaksi bagi berbagai pelaku usaha.
"Pertumbuhan BTN memang kami fokuskan di Jawa Barat. Dulu kami lebih banyak bermain di sektor perumahan karena industri ini memiliki sekitar 160 sektor turunan. Kini BTN sudah bertransformasi dan masuk ke berbagai sektor industri," ujar Asvianti di Bandung, Sabtu (4/7/2026).
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, BTN menerapkan strategi berbeda di setiap wilayah.
Kawasan Bekasi Raya hingga Karawang diposisikan sebagai pusat pengembangan bisnis industri manufaktur, sedangkan Bandung Raya sampai Cirebon menjadi fokus pengembangan sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
Pendekatan yang diterapkan tidak berhenti pada penyaluran kredit. BTN ingin menjadi mitra bisnis nasabah dengan menyediakan layanan perbankan yang menyeluruh, mulai dari fasilitas pembiayaan, sistem pembayaran, pengelolaan transaksi, hingga solusi keuangan lainnya dalam satu ekosistem.
"Di sektor perhotelan misalnya, kami tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendukung seluruh kebutuhan transaksi usahanya agar dapat dilayani melalui BTN," jelasnya.
Strategi tersebut turut diperkuat oleh posisi BTN yang masih menjadi salah satu pemain utama di Jawa Barat.
Berdasarkan data Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, BTN masuk dalam lima besar bank penyalur kredit di provinsi tersebut.
Sementara pada segmen KPR program pemerintah, BTN bersama anak usahanya masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar.
"Baik di wilayah Jabar 1, Jabar 2 maupun secara keseluruhan di Jawa Barat, BTN masih berada di peringkat pertama untuk KPR program pemerintah," ungkap Asvianti.
Di sisi pembiayaan, BTN tetap menjaga dominasi kredit program pemerintah yang porsinya mencapai sekitar 90 persen dari total penyaluran.
Portofolio tersebut mencakup KPR subsidi, KUR Perumahan, hingga pembiayaan bagi para pengembang.
Selain mengejar pertumbuhan kredit, perseroan juga mengincar peningkatan bisnis berbasis transaksi.
Dengan jumlah nasabah yang mencapai sekitar dua juta orang, BTN melihat peluang besar untuk meningkatkan aktivitas perbankan digital dan transaksi harian melalui layanan yang terintegrasi.
"Yang kami bangun bukan hanya bisnis kredit, tetapi ekosistem yang membuat seluruh kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan melalui BTN," katanya.
Ke depan, BTN juga akan memperbesar pembiayaan ke sektor usaha produktif seperti UMKM dan Small and Medium Industries (SMI).
Perseroan menilai sektor tersebut memiliki prospek yang besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Asvianti menambahkan, Bandung memiliki potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Karena itu, BTN menyambut positif langkah Bank Indonesia yang tengah menyiapkan regulasi pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif agar akses terhadap permodalan semakin terbuka.
"Harapan kami, kebijakan tersebut mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha," tutupnya.
