BREAKINGNEWS

Setahun Danantara, Laba BUMN Melonjak dan Efisiensi Tembus Rp50 Triliun

Setahun Danantara, Laba BUMN Melonjak dan Efisiensi Tembus Rp50 Triliun
Setahun Danantara, Laba BUMN Melonjak dan Efisiensi Tembus Rp50 Triliun

Jakarta, MI– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengklaim transformasi yang dijalankan selama satu tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) mencatat lonjakan laba, sementara langkah efisiensi operasional diperkirakan mampu menghemat hingga Rp50 triliun setiap tahun.

Seluruh BUMN di bawah pengelolaan Danantara telah menyelesaikan laporan keuangan tahun buku 2025 per 30 Juni 2026. Meski laporan keuangan konsolidasi masih dalam proses audit, capaian sektoral dinilai menjadi indikator awal keberhasilan transformasi yang dilakukan sejak April 2025.

Kinerja positif terlihat di sejumlah perusahaan pelat merah. PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan laba sebesar 80 persen menjadi Rp24,9 triliun. PT Pupuk Indonesia membukukan lonjakan laba bersih hingga 202 persen menjadi Rp4,8 triliun setelah menerapkan skema bisnis mark-to-market.

Di sektor logistik, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) meraih laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil keluar dari tekanan kerugian dengan membukukan laba Rp635 miliar setelah memangkas utang menjadi sekitar US$1,1 miliar.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan peningkatan kinerja tersebut tidak lepas dari penyederhanaan transaksi berlapis antara induk BUMN dan anak perusahaan yang selama ini dinilai menimbulkan inefisiensi.

"Efisiensi yang paling besar sebetulnya datangnya dari layering transaction, karena umumnya anak perusahaan mengerjakan pekerjaan induknya," ujar Dony.

Menurutnya, penyederhanaan struktur bisnis itu diperkirakan mampu menghemat sekitar Rp30 triliun biaya operasional setiap tahun. Selain itu, penutupan anak usaha yang merugi diproyeksikan menghasilkan tambahan efisiensi sekitar Rp20 triliun.

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menegaskan transformasi BUMN tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar keuntungan perusahaan. Menurutnya, keberadaan BUMN juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"BUMN semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat," kata Rosan.

Selain memperkuat kinerja korporasi, Danantara mulai merealisasikan mandat investasinya melalui pemanfaatan dividen BUMN tahun buku 2025. Dana tersebut diarahkan untuk membiayai sejumlah proyek strategis nasional, di antaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah di Makkah serta proyek Waste-to-Energy (WTE) guna mendukung percepatan transisi menuju ekonomi hijau.

Pemerintah berharap langkah transformasi, efisiensi, dan investasi strategis tersebut dapat memperkuat daya saing BUMN sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Setahun Danantara, Laba BUMN Melonjak dan Efisiensi Tembus R | Monitor Indonesia