BREAKINGNEWS

Komdigi Kejar Internet 100 Mbps pada 2028, Blank Spot Jadi Target Utama

Komdigi Kejar Internet 100 Mbps pada 2028, Blank Spot Jadi Target Utama
Lustrasi internet

Jakarta, MI– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet rata-rata nasional mencapai 100 Mbps pada 2028.

Target tersebut akan ditempuh melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital hingga ke daerah terpencil guna memperluas pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus fondasi utama dalam mempercepat transformasi digital nasional.

"Kami berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," kata Nezar, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas konektivitas merupakan bagian dari strategi Komdigi melalui visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Infrastruktur digital yang semakin kuat diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperluas akses terhadap layanan publik berbasis teknologi.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong operator telekomunikasi memperbesar investasi jaringan melalui pembangunan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, serta pemanfaatan teknologi satelit guna menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

Selain itu, pemerintah juga meminta operator seluler meningkatkan belanja modal agar pembangunan jaringan dapat menjangkau kawasan pinggiran dan daerah terpencil.

"Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," ujar Nezar.

Meski demikian, Komdigi mengakui pemerataan akses internet masih menjadi tantangan besar. Laporan mengenai wilayah yang belum memiliki sinyal atau blank spot masih ditemukan, bahkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Karena itu, pemerintah menyiapkan pendekatan terpadu dengan mengombinasikan pembangunan jaringan serat optik, layanan fixed broadband, dan konektivitas satelit agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan internet yang lebih andal.

Nezar menambahkan, kebutuhan terhadap konektivitas terus meningkat, termasuk saat terjadi bencana. Dalam kondisi darurat, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah distribusi bantuan logistik.

"Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Komdigi memastikan akan terus berkolaborasi dengan operator telekomunikasi dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan akses internet berkecepatan tinggi yang merata sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Komdigi Kejar Internet 100 Mbps pada 2028, Blank Spot Jadi T | Monitor Indonesia