BREAKINGNEWS

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Pelemahan Dolar AS Jadi Angin Segar

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Pelemahan Dolar AS Jadi Angin Segar
Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Pelemahan Dolar AS Jadi Angin Segar

Jakarta, MI- Nilai tukar rupiah diproyeksikan memiliki peluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan ini. Pelemahan indeks dolar AS akibat melambatnya data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam menjadi sentimen positif, meski penguatan rupiah masih sangat bergantung pada rilis sejumlah indikator ekonomi domestik.

Rupiah diperkirakan memperoleh ruang penguatan terhadap dolar AS sepanjang pekan ini setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan, yang mendorong pelemahan indeks dolar.

Analis Doo Financial Futures menilai minimnya agenda ekonomi penting dari AS membuat perhatian pelaku pasar masih tertuju pada dampak data nonfarm payrolls (NFP) yang lebih lemah dari ekspektasi. Kondisi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS dan membuka peluang penguatan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Meski demikian, penguatan mata uang Garuda diperkirakan tidak akan berlangsung mulus. Pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis dalam beberapa hari ke depan.

Indikator yang menjadi perhatian antara lain posisi cadangan devisa, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), hingga data penjualan ritel. Hasil yang positif dinilai mampu memperkuat rupiah, sementara data yang mengecewakan berpotensi membalikkan arah pergerakan mata uang nasional.

"Penguatan rupiah dapat tertahan dan mungkin berbalik melemah apabila data-data ekonomi domestik pekan depan mengecewakan," ujar analis Doo Financial Futures.

Selain faktor data ekonomi, rupiah juga masih dibayangi sejumlah sentimen domestik yang membuat investor bersikap hati-hati. Kekhawatiran terhadap potensi penurunan peringkat utang Indonesia, dinamika pasar modal, hingga isu ketahanan fiskal pemerintah masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah dibandingkan mata uang Asia lainnya.

Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp18.100 per dolar AS selama perdagangan pekan ini.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026), rupiah berhasil menguat 44 poin ke level Rp17.945 per dolar AS. Selanjutnya, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi respons pasar terhadap data ekonomi dalam negeri serta perkembangan sentimen global, terutama dari Amerika Serikat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Pelemahan Dolar AS Jadi | Monitor Indonesia