Jakarta, MI - Krakatau Steel resmi melepas seluruh kepemilikannya di PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Langkah ini sekaligus mengakhiri status perseroan sebagai pemegang saham di perusahaan patungan tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengalihkan 14.000 saham seri B atau setara 20% hak suara dan 14% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh KOS kepada Osaka Steel Co. Ltd. (OSC). Transaksi tersebut efektif berlaku sejak 29 Juni 2026.
Dalam kesepakatan itu, OSC membayar US$14 juta atau sekitar Rp251,91 miliar kepada Krakatau Steel. Perseroan menyatakan pembayaran telah dilakukan secara penuh pada hari yang sama dengan penandatanganan akta jual beli saham.
"Terhitung sejak Tanggal Kejadian, Pengalihan Saham telah menjadi efektif dan karenanya seluruh saham milik Perseroan dalam KOS telah sepenuhnya beralih kepada OSC," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (7/7/2026).
Di tengah kabar tersebut, saham KRAS menguat 3,52% ke level Rp206 pada perdagangan Senin (6/7/2026), dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp3,99 triliun.
Sebelumnya, PT Krakatau Osaka Steel sempat menjadi sorotan setelah menghentikan operasional dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Pemerintah juga telah mengonfirmasi penutupan operasional perusahaan tersebut. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan keputusan itu berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan induknya di Jepang.
"Oh iya, sudah (dapat kabar penutupan PT Krakatau Osaka Steel)," ungkap Faisol di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, tekanan finansial yang dialami Krakatau Osaka Steel membuat perusahaan kesulitan bersaing di industri baja global.
Sebagai informasi, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan patungan antara Osaka Steel Co., Ltd. dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang didirikan pada 2012 dan mulai beroperasi pada 2016. Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, itu dibangun dengan investasi sekitar US$200 juta, memiliki kapasitas produksi hingga 500 ribu ton baja per tahun, serta mempekerjakan sekitar 170 karyawan.
