BREAKINGNEWS

Profil PMMP, Eksportir Udang yang Terlilit Utang Bank Rp2,8 Triliun

Profil PMMP, Eksportir Udang yang Terlilit Utang Bank Rp2,8 Triliun
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) (Foto: Dok. PMMP)

Jakarta, MI - Tekanan likuiditas mulai menghimpit PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolah dan eksportir udang yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep. Emiten berkode PMMP itu kini mengajukan restrukturisasi pinjaman ke sejumlah bank setelah kesulitan modal kerja dan menghadapi beban utang yang menumpuk.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PMMP memiliki kewajiban kredit kepada sejumlah bank dengan total sekitar Rp2,8 triliun. Perseroan mengakui kondisi keuangan tersebut membuat ruang geraknya semakin terbatas.

Rincian utang PMMP antara lain kepada PT Bank Permata Tbk dengan outstanding sebesar US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS), ditambah fasilitas Rp5,49 miliar.

Selain itu, perusahaan memiliki pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar.

PMMP juga masih memiliki utang kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau sekitar Rp129,4 miliar dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.

"Saldo tersebut di atas di luar utang bunga," tulis manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (8/7/2026).

Perseroan mengungkapkan masih membutuhkan tambahan modal kerja sekitar US$15 juta atau setara Rp269,1 miliar agar operasional perusahaan dapat kembali berjalan normal.

Akibat keterbatasan dana, PMMP kini hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo. Untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan terpaksa membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.

"Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan," tulis manajemen.

Tekanan bisnis tersebut juga berdampak pada tenaga kerja. Sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah memangkas 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Di saat yang sama, sebanyak 82 staf memilih mengundurkan diri dari perusahaan.

Profil PT Panca Mitra Multiperdana Tbk 

Berdasarkan situs resmi perseroan, PMMP didirikan pada 2004 dan merupakan salah satu perusahaan pengolahan serta eksportir udang di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya, dengan fasilitas produksi di Situbondo dan Tarakan.

Perusahaan memiliki kapasitas produksi hingga 25 ribu ton per tahun yang didukung fasilitas cold storage berkapasitas 46 ribu ton. Pada 2019, PMMP mengklaim menempati posisi kedua sebagai eksportir udang nasional berdasarkan volume ekspor.

Produk PMMP dipasarkan ke berbagai negara tujuan utama, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Eropa, serta sejumlah negara lainnya. Produk perusahaan juga telah masuk ke jaringan ritel dan sektor food service di Amerika Serikat maupun Jepang.

Susunan direksi PMMP dipimpin Martinus Soesilo sebagai Direktur Utama, didampingi Hirawan Tedjokoesoemo sebagai Wakil Direktur Utama, serta Alin Rostanti dan Patrick Djuanda sebagai direktur.

Sementara itu, jajaran komisaris terdiri atas Soesilo Soebardjo sebagai Komisaris Utama, Suwarli sebagai Komisaris, dan Salis Teguh Hartono sebagai Komisaris.

Berdasarkan data pemegang saham, PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan milik Kaesang Pangarep tercatat sebagai salah satu pemegang saham dengan kepemilikan 188,24 juta saham atau setara 7,27 Persen dari total saham PMMP.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Profil PMMP, Eksportir Udang yang Terlilit Utang Bank Rp2,8 Triliun | Monitor Indonesia