BREAKINGNEWS

S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level BBB

S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level BBB
S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga. S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB atau investment grade untuk utang jangka panjang, dengan prospek (outlook) yang tetap stabil.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin (13/7/2026), S&P juga mempertahankan peringkat utang jangka pendek Indonesia di level A-2.

“Kami menegaskan kembali peringkat kredit kedaulatan Indonesia untuk jangka panjang 'BBB' dan jangka pendek 'A-2',” tulis S&P.

Menurut S&P, outlook yang tetap stabil menunjukkan pelemahan kondisi fiskal maupun sektor eksternal Indonesia diperkirakan hanya berlangsung sementara. Lembaga itu meyakini tekanan tersebut akan mereda seiring membaiknya harga komoditas dan tetap konsistennya arah kebijakan pemerintah.

S&P memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan berada di level 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 dan 2027.

Di sisi lain, rasio utang pemerintah diproyeksikan mencapai 40,6% dari PDB pada 2026, lalu naik tipis menjadi 40,7% pada 2027.

S&P menilai tekanan terhadap fiskal Indonesia masih datang dari berbagai faktor global, mulai dari harga energi yang tinggi, suku bunga dunia yang masih bertahan, pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian kebijakan, hingga beban utang.

Meski begitu, lembaga tersebut menilai kondisi itu masih bisa dikelola lewat kenaikan harga komoditas dan langkah efisiensi belanja yang dilakukan pemerintah.

S&P juga menyoroti langkah pemerintah membenahi tata kelola sektor sumber daya alam melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Menurut lembaga itu, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan komoditas strategis sekaligus memperbesar penerimaan negara dan pendapatan ekspor jika dijalankan secara konsisten.

S&P menilai perbaikan tata kelola di sektor sumber daya alam dapat menjadi salah satu penopang bagi ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level BBB | Monitor Indonesia