BREAKINGNEWS

Setoran Freeport ke Negara Diproyeksi Susut ke Rp46,8 T

Setoran Freeport ke Negara Diproyeksi Susut ke Rp46,8 T
Smelter PT Freeport Indonesia (Foto: Ist/Repro)

Jakarta, MI - Kontribusi PT Freeport Indonesia kepada negara diperkirakan turun tajam pada 2026. Perusahaan memproyeksikan setoran hanya mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp46,8 triliun, merosot dari US$ 4,3 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan itu diungkapkan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Selasa (14/7/2026).

Tony menjelaskan turunnya kontribusi ke negara tidak lepas dari dampak kebakaran smelter yang terjadi pada 2024 dan longsor di tambang Grasberg, Papua, pada akhir 2025. Kedua insiden tersebut membuat operasional perusahaan belum pulih sepenuhnya sehingga target produksi tambang tahun ini hanya sekitar 65% dari kapasitas normal.

"Kalau kita lihat di tahun 2026 penerimaan negara yang terdiri dari pajak, dividen, dan royalti itu memang menurun menjadi US$ 2,6 miliar dari tahun lalu US$ 4,3 miliar," ujar Tony.

Proyeksi tersebut disusun dengan asumsi produksi katoda tembaga mencapai 800 juta pon dengan harga US$6 per pon, serta produksi emas 700 ribu ons dengan harga US$4.500 per ons.

Dari total setoran tahun ini, sekitar US$1,1 miliar berasal dari dividen yang diterima pemerintah melalui MIND ID, US$1 miliar dari pajak, dan US$500 juta dari royalti.

Meski begitu, Freeport optimistis kinerja akan berangsur pulih. Perusahaan menargetkan smelter kembali mengolah konsentrat mulai September 2026, sebelum kapasitas produksinya ditingkatkan secara bertahap.

Pada semester I 2027, kapasitas smelter ditargetkan mencapai 75%, lalu kembali beroperasi penuh menjelang akhir tahun.

"Semester satu tahun depan akan mencapai 75% dari kapasitas, dan menuju akhir tahun di 2027 itu akan menuju ke 100% kapasitas," ucap Tony.

Seiring pulihnya produksi, Freeport memperkirakan setoran kepada negara pada 2027 melonjak menjadi US$4,7 miliar, terdiri dari dividen US$1,9 miliar, pajak US$1,9 miliar, dan royalti US$800 juta.

"Kalau kita lihat proyeksi di tahun 2027 sesuai dengan peningkatan produksi kita, itu akan penerimaan negara akan bisa mencapai US$ 4,7 miliar," katanya.

Bahkan, setelah seluruh fasilitas kembali beroperasi normal, kontribusi Freeport diproyeksikan menembus US$7 miliar per tahun atau sekitar Rp120 triliun, didorong oleh pulihnya produksi tambang dan smelter secara penuh.

"Dan kalau kita lihat itu masuk sudah kapasitas produksi penuh, kita lihat bahwa penerimaan negara akan bisa melebihi US$ 7 miliar per tahun. Jadi kalau kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp 120 triliun per tahun, itu seterusnya selanjutnya di tahun-tahun ke depan," tutur Tony.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Setoran Freeport ke Negara Diproyeksi Susut ke Rp46,8 T | Monitor Indonesia