Jakarta, MI - PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) bakal kehilangan salah satu petingginya. Emiten batu bara itu mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Winanto dari jabatannya sebagai Direktur.
Surat pengunduran diri tersebut diterima perseroan pada 15 Juli 2026 dan akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk dimintakan persetujuan.
"Perseroan telah menerima surat Permohonan pengunduran diri dari Bapak Winanto selaku Direktur perseroan pada tanggal 15 Juli 2026," kata Direktur KKGI Agoes Soegiarto Soeparman dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (15/7/2026).
Manajemen memastikan keputusan atas pengunduran diri Winanto akan ditetapkan melalui RUPS yang digelar paling lambat 90 hari sejak surat tersebut diterima.
Winanto bukan sosok baru di KKGI. Ia telah menduduki kursi Direktur sejak 2012 setelah diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Di tengah rencana perubahan susunan direksi, KKGI tetap melanjutkan ekspansi bisnisnya. Perseroan saat ini tengah menggeber eksplorasi di Sub Blok Handil Bakti dan Sub Blok Tani Aman melalui anak usaha, PT Insani Baraperkasa.
Hingga Maret 2026, dana yang telah dikucurkan untuk kegiatan eksplorasi itu mencapai sekitar US$2,87 juta atau setara Rp48,79 miliar (kurs Rp17.000 per dolar AS).
Tak hanya itu, KKGI juga masih mengintensifkan pemetaan geologi dan pembebasan lahan di Blok Loajanan guna menentukan area yang layak ditambang secara ekonomis.
Sementara di Blok Separi, perseroan masih melakukan kajian teknis sebelum memulai pengeboran, termasuk menuntaskan proses pinjam pakai sebagian wilayah.
Di sisi lain, seluruh blok tambang yang berada di bawah PKP2B milik PT Insani Baraperkasa telah mengantongi restu dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk masuk ke tahap produksi.
