Jakarta, MI - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 melebar hingga melampaui target pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, defisit APBN tahun lalu mencapai 2,81% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibanding target dalam Perpres Nomor 201 Tahun 2024 yang dipatok sebesar 2,53%.
Pelebaran defisit terjadi karena pendapatan negara tidak mampu mengimbangi laju belanja pemerintah.
Sepanjang 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.765,13 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp3.435,46 triliun, sehingga defisit APBN membengkak menjadi sekitar Rp670,34 triliun. Sebagai perbandingan, defisit APBN 2024 tercatat Rp509 triliun atau sekitar 2,37% terhadap PDB.
Tak hanya itu, defisit keseimbangan primer juga memburuk menjadi minus Rp155,94 triliun, atau melonjak hingga 246,23% dari target awal yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk membiaya defisit tersebut, pemerintah menempuh strategi pembiayaan yang prudent dan terkendali dengan memanfaatkan kondisi pasar yang membaik,” ujar Purbaya.
Untuk menutup kebutuhan pembiayaan itu, pemerintah merealisasikan pembiayaan netto sebesar Rp742,73 triliun, atau 120,54% dari target APBN 2025 yang dipatok Rp616,19 triliun.
Di sisi pendapatan, realisasi penerimaan negara dan hibah hanya mencapai Rp2.765,13 triliun, atau 92,01% dari target Rp3.005,12 triliun.
Capaian tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan perpajakan yang hanya terealisasi Rp2.218,17 triliun, setara 89,05% dari target.
Menurut Purbaya, optimalisasi penerimaan negara sepanjang 2025 menghadapi tantangan berat, baik dari faktor global maupun kebijakan domestik.
"Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, tetapi juga penyesuaian PPN pada barang mewah dan percepatan restitusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha, serta pengalihan pengelolaan dividen ke BP Danantara," ungkap Purbaya.
Meski penerimaan pajak meleset dari target, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru mencatat kinerja positif. Realisasinya mencapai Rp541,53 triliun, atau 105,43% dari target Rp513,63 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara sepanjang 2025 mencapai Rp3.435,46 triliun, setara 94,87% dari pagu APBN sebesar Rp3.621,31 triliun. Angka tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp2.586,42 triliun dan transfer ke daerah Rp849,04 triliun.
