Jakarta, MI – Rencana PT Indika Energy Tbk (INDY) untuk menjajaki divestasi aset tambang batu bara PT Kideco Jaya Agung menuai sorotan dari kalangan analis. Langkah tersebut dinilai berpotensi melemahkan fondasi keuangan perusahaan karena Kideco selama ini menjadi penyumbang terbesar laba dan arus kas grup.
Lembaga riset CreditSights menilai peluang Indika melepas seluruh kepemilikan di Kideco relatif kecil. Alasannya, anak usaha tersebut masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi lebih dari 75 persen terhadap EBITDA dan arus kas operasional perusahaan.
Dalam laporan riset yang diterbitkan pada 16 Juli 2026, analis CreditSights, Jonathan Tan Jun Jie dan Lakshmanan R, tetap mempertahankan rekomendasi underperform terhadap saham INDY. Menurut mereka, menjual aset utama demi memperoleh dana investasi justru dapat menciptakan tantangan baru bagi keberlanjutan bisnis.
"Meski penjualan penuh Kideco dapat memberikan dana yang cukup untuk melunasi obligasi senilai US$655 juta yang jatuh tempo pada 2029, kami menilai langkah tersebut kecil kemungkinannya dilakukan karena Kideco masih menyumbang lebih dari 75% EBITDA dan arus kas operasional grup," tulis analis CreditSights dalam risetnya.
Secara teori, divestasi Kideco memang dapat memperkuat likuiditas Indika dan menyediakan dana besar untuk membayar kewajiban utang maupun mendukung belanja modal. Namun, di sisi lain perusahaan berisiko kehilangan sumber pendapatan paling stabil yang selama ini menopang kinerja keuangannya.
Penilaian tersebut muncul setelah beredar kabar bahwa Indika tengah mengevaluasi berbagai opsi strategis terhadap kepemilikan Kideco. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan final terkait rencana divestasi tersebut.
Bagi investor, arah kebijakan Indika akan menjadi perhatian penting. Keputusan mempertahankan atau melepas aset andalan dinilai akan menentukan kemampuan perusahaan menjaga arus kas, memenuhi kewajiban utang, sekaligus membiayai transformasi bisnis ke sektor-sektor baru di luar batu bara.
Di tengah upaya diversifikasi usaha, analis menilai Indika perlu menjaga keseimbangan antara memperoleh sumber pendanaan baru dan mempertahankan aset yang masih menjadi kontributor utama profitabilitas perusahaan. Karena itu, divestasi penuh terhadap Kideco dinilai bukan pilihan yang paling ideal dalam kondisi saat ini.**
