BREAKINGNEWS

Melambat, Kredit UMKM Cuma Tumbuh 0,6%

Melambat, Kredit UMKM Cuma Tumbuh 0,6%
Kredit perbankan ke sektor UMKM tumbuh melambat (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Pertumbuhan kredit perbankan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai kehilangan momentum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit UMKM hingga Mei 2026 hanya tumbuh 0,60% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Perlambatan ini terjadi di tengah laju kredit perbankan nasional yang masih tumbuh kuat. Hingga Mei 2026, total kredit perbankan tercatat mencapai Rp8.918 triliun atau naik 11,51% yoy. Dari sisi debitur, kredit korporasi menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 18,39%.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK, Ayahandayani, mengakui pembiayaan UMKM memang mengalami perlambatan. Namun, ia memastikan sektor tersebut masih mencatat pertumbuhan positif.

"Kami melihat bahwa saat ini memang porsi pembiayaan UMKM dari perbankan khususnya ini ada sedikit perlambatan. Namun untuk tahun 2026 ini sudah tumbuh positif sebesar 0,60% year on year posisi Mei," kata Ayahandayani dalam acara Beyond Banking di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2026).

Untuk kembali mengangkat pertumbuhan kredit UMKM, OJK menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya membangun ekosistem pembiayaan yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

Menurut OJK, pendekatan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan kredit UMKM, tetapi juga mendorong para pelaku usaha mikro naik kelas. 

Selain itu, OJK juga mendorong perbankan menyiapkan model bisnis yang lebih sesuai dengan karakteristik UMKM. Langkah ini diharapkan mampu membuat penyaluran kredit ke sektor usaha kecil lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

"OJK saat ini sedang dalam proses juga untuk bagaimana mengembangkan strategi-strategi dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan pada UMKM. Kita akan mencoba membentuk suatu ekosistem yang terintegrasi dengan seluruh kementerian ataupun lembaga yang terkait dan juga bagaimana kita mendukung agar kebijakan-kebijakan terkait dengan pembiayaan kepada UMKM ini menjadi suatu kebijakan yang terintegrasi," tuturnya.

Sebelumnya, kredit UMKM sempat terkontraksi pada awal 2026. Namun, penyaluran pembiayaan mulai tumbuh hingga mencapai 0,60% yoy pada Mei 2026. Angka tersebut masih jauh dari target OJK yang memproyeksikan pertumbuhan kredit UMKM berada di kisaran 7%-9% sepanjang 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan tekanan terhadap kredit UMKM tidak lepas dari melemahnya daya beli dan dinamika ekonomi domestik, terutama pada kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah.

Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas usaha UMKM dan pembiayaan di tengah pemulihan pascapandemi.

Meski demikian, OJK tetap optimistis kredit UMKM mampu mencatatkan pertumbuhan positif hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung oleh kondisi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih terjaga serta berbagai kebijakan pemerintah dan OJK untuk memperkuat sektor UMKM.

"OJK tetap optimis memproyeksikan kredit UMKM akan tumbuh positif hingga akhir tahun 2026 dibanding periode sebelumnya, yang disertai dengan level Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus terjaga diharapkan dapat menopang aktivitas UMKM. Selain itu, OJK bersama Pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM guna mewujudkan pertumbuhan perekonomian nasional yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Dian.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Melambat, Kredit UMKM Cuma Tumbuh 0,6% | Monitor Indonesia