Jakarta, MI– Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juni 2026 masih mencatatkan defisit meski pendapatan negara menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Kementerian Keuangan melaporkan pendapatan negara telah mencapai Rp1.459,4 triliun, sementara belanja negara menembus Rp1.656 triliun.
Dengan realisasi tersebut, APBN semester pertama 2026 mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dibanding posisi Mei 2026 yang mencatat defisit Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB.
Berdasarkan laporan APBN Kinerja dan Fakta Kementerian Keuangan, realisasi pendapatan negara telah mencapai 46,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Secara tahunan, penerimaan negara tumbuh 21,4 persen (year on year/yoy).
Kementerian Keuangan menjelaskan, pertumbuhan penerimaan didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi nasional, penguatan pengawasan dan tata kelola penerimaan pajak serta bea cukai, hingga peningkatan kualitas layanan kementerian, lembaga, dan Badan Layanan Umum (BLU).
"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak, bea dan cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga dan BLU," demikian keterangan dalam laporan APBN Kinerja dan Fakta.
Di sisi lain, pemerintah telah membelanjakan Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari total pagu APBN 2026. Realisasi belanja tersebut juga tumbuh 17,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski belanja lebih besar daripada pendapatan, pemerintah menilai APBN tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai instrumen fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, mendukung program prioritas nasional, serta memperkuat daya tahan ekonomi di tengah dinamika global.
Realisasi semester pertama ini menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk mengelola pembiayaan hingga akhir tahun. Namun, pengendalian defisit serta optimalisasi penerimaan negara akan menjadi tantangan penting agar target APBN 2026 tetap dapat dicapai.
Ringkasan APBN hingga Juni 2026:
Pendapatan Negara: Rp1.459,4 triliun (46,3% target APBN)
Pertumbuhan Pendapatan: 21,4% (yoy)
Belanja Negara: Rp1.656 triliun (43,1% pagu APBN)
Pertumbuhan Belanja: 17,8% (yoy)
Defisit APBN: Rp196,5 triliun atau 0,76% PDB**
