Jakarta, MI - Kinerja PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melaju positif sepanjang paruh pertama 2026. Hingga Juni 2026, perseroan mencatatkan laba bersih secara bank only sebesar Rp28,5 triliun, melonjak 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai 10,3% yoy menjadi Rp6,7 triliun. Di saat yang sama, Bank Mandiri berhasil menekan total beban sebesar 5,73% yoy menjadi Rp35,6 triliun.
Meski mencatat pertumbuhan laba yang kuat, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri sedikit tertekan. Hingga Juni 2026, NIM tercatat sebesar 4,37%, turun dari 4,63% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan NIM sejalan dengan turunnya imbal hasil kredit secara keseluruhan yang melemah 74 basis poin (bps) menjadi 7,01%. Namun, biaya kredit (cost of credit) justru membaik dengan penurunan 1 bps menjadi 0,52%.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, Bank Mandiri tetap mencatatkan ekspansi agresif. Kredit yang disalurkan mencapai Rp1.591,67 triliun, tumbuh 19,9% yoy. Pertumbuhan kredit tersebut ikut mengerek total aset perseroan menjadi Rp2.349,19 triliun atau meningkat 19,1%.
Kualitas aset juga masih terjaga di level sehat. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun 10 bps menjadi 0,98%. Sementara rasio loan at risk (LAR) membaik dengan penurunan 1,13 poin persentase menjadi 5,93%.
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.710 triliun, tumbuh 17,1% yoy.
