BREAKINGNEWS

Investasi Rp1,75 T Jadi Beban, Bukalapak Balik Rugi Rp820 Miliar

Investasi Rp1,75 T Jadi Beban, Bukalapak Balik Rugi Rp820 Miliar
Kinerja Bukalapak tertekan meski pendapatan tumbuh (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Kinerja PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) berbalik arah pada semester I-2026. Meski pendapatan berhasil tumbuh, perusahaan justru mencatat rugi bersih hingga Rp820,74 miliar akibat tekanan dari investasi.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, ketika Bukalapak masih membukukan laba bersih Rp464,45 miliar.

Secara operasional, bisnis Bukalapak masih mencatat pertumbuhan. Pendapatan perseroan naik 29,3% menjadi Rp3,99 triliun hingga Juni 2026, dari sebelumnya Rp3,09 triliun pada semester I-2025.

Namun, pertumbuhan pendapatan belum mampu mengangkat kinerja akhir perusahaan. Bukalapak mencatat rugi nilai investasi Rp1,75 triliun, setelah pada periode yang sama tahun lalu masih memperoleh keuntungan investasi Rp243,22 miliar.

Tekanan tersebut membuat Bukalapak membukukan rugi usaha sebesar Rp977,63 miliar, berbalik dari laba usaha Rp58,18 miliar pada semester I-2025.

Kas Menyusut, Investasi Tembus Rp3 Triliun

Dari sisi keuangan, total aset Bukalapak tercatat turun menjadi Rp24,88 triliun per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp26,03 triliun pada akhir 2025.

Posisi kas dan setara kas juga mengalami penurunan menjadi Rp14,25 triliun dari sebelumnya Rp16,21 triliun.

Sementara itu, liabilitas perseroan turun menjadi Rp573,36 miliar dari Rp717,30 miliar, dengan total ekuitas tercatat Rp24,31 triliun.

Di tengah tekanan laba, arus kas operasi Bukalapak masih berada di zona positif sebesar Rp59,34 miliar, meningkat dibandingkan Rp9,90 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, aktivitas investasi menyedot dana cukup besar. Arus kas untuk investasi mencapai Rp2,33 triliun, terutama akibat penambahan investasi sebesar Rp3,07 triliun.

Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan perseroan tetap menjalankan transformasi bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," ujar Victor.

Gaming Jadi Mesin Pendapatan Bukalapak

Dari sisi bisnis, segmen Gaming menjadi penopang utama pendapatan Bukalapak dengan kontribusi mencapai Rp3,5 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pengembangan bisnis internasional.

Sementara itu, segmen investasi melalui BMoney mencatat kenaikan pendapatan sebesar 68% menjadi Rp44 miliar.

Berbeda dengan dua segmen tersebut, pendapatan dari Mitra Bukalapak dan Retail masing-masing turun 27% dan 14%. Perseroan menyebut penurunan itu merupakan bagian dari strategi selektif untuk meningkatkan kualitas bisnis dan mengejar profitabilitas.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Investasi Rp1,75 T Jadi Beban, Bukalapak Balik Rugi Rp820 Miliar | Monitor Indonesia