BREAKINGNEWS

Laba CTRA Anjlok, Bisnis Properti Masih Hadapi Tantangan

Laba CTRA Anjlok, Bisnis Properti Masih Hadapi Tantangan
PT Ciputra Development Tbk (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - Bisnis properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menghadapi tekanan pada semester I/2026. Penjualan yang melambat membuat pendapatan dan laba bersih perseroan terkoreksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, CTRA mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,19 triliun. Angka tersebut turun 11,69% secara tahunan dibandingkan semester I/2025 yang mencapai Rp5,88 triliun.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut tertekan menjadi Rp1,10 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih CTRA masih berada di level Rp1,24 triliun atau turun 11,19% secara tahunan.

Tekanan kinerja juga terlihat pada laba kotor perseroan yang turun menjadi Rp2,50 triliun dari sebelumnya Rp2,80 triliun. Sementara itu, beban umum dan administrasi justru meningkat menjadi Rp855,71 miliar dari Rp796,24 miliar.

Kombinasi penurunan pendapatan dan kenaikan beban tersebut membuat laba usaha CTRA terkoreksi lebih dalam. Perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp1,51 triliun, turun 17,02% dibandingkan semester I/2025 yang mencapai Rp1,82 triliun.

Dari sisi pendapatan nonoperasional, penghasilan keuangan neto CTRA juga mengalami penurunan. Pos tersebut tercatat Rp165,27 miliar, merosot 33,88% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp249,97 miliar.

Meski demikian, CTRA masih mampu menjaga kinerja melalui penurunan beban keuangan neto. Beban tersebut turun menjadi Rp398,61 miliar dari sebelumnya Rp610,11 miliar atau berkurang 34,66%.

Perseroan juga membukukan penghasilan lain-lain neto sebesar Rp93,78 miliar, meningkat dibandingkan Rp72,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dengan dukungan tersebut, CTRA tetap mencatat laba periode berjalan sebesar Rp1,16 triliun.

Dari jumlah tersebut, laba yang menjadi hak pemilik entitas induk mencapai Rp1,10 triliun, sementara Rp59,30 miliar merupakan bagian kepentingan nonpengendali.

Di tengah tekanan kinerja, kondisi keuangan CTRA masih relatif solid. Hingga akhir Juni 2026, total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp27,38 triliun dari Rp26,92 triliun pada akhir 2025. Sementara total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp19,25 triliun dari Rp21,07 triliun.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Laba CTRA Anjlok, Bisnis Properti Masih Hadapi Tantangan | Monitor Indonesia