Jakarta, MI – Perum Bulog memastikan seluruh beras yang disalurkan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan beras premium dan bukan berasal dari stok beras bersubsidi. Penegasan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran publik terkait penggunaan cadangan beras pemerintah dalam program nasional tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan komoditas pangan yang dipasok Bulog untuk mendukung MBG telah memenuhi standar kualitas premium. Kebijakan yang sama juga diterapkan pada minyak goreng yang disalurkan dalam program tersebut.
"Tidak ada. Beras yang kami berikan untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG. Termasuk minyak, kami juga memberikan produk premium," tegas Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta.
Rizal menjelaskan, kebijakan pangan pemerintah selama satu setengah tahun terakhir tidak hanya menjamin kualitas bahan pangan untuk masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan di sektor pertanian dan distribusi.
Menurutnya, sejak kebijakan Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan pada 2025 hingga 2026, perputaran ekonomi yang tercipta diperkirakan telah melampaui Rp100 triliun.
Salah satu dampak yang paling dirasakan, kata Rizal, adalah meningkatnya harga gabah di tingkat petani. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp6.500 per kilogram, sehingga meningkatkan pendapatan petani.
Selain petani, manfaat kebijakan tersebut juga dirasakan pelaku usaha penggilingan padi, sektor transportasi, hingga rantai distribusi pangan. Di sisi hilir, program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan dinilai turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Rizal juga menilai keputusan pemerintah menaikkan margin Bulog menjadi 7 persen merupakan langkah yang wajar. Menurutnya, kebijakan itu diperlukan agar Bulog memiliki kemampuan finansial yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai penugasan strategis pemerintah, termasuk menjaga ketahanan pangan nasional dan memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.
Penegasan Bulog sekaligus memastikan bahwa program MBG menggunakan bahan pangan berkualitas tanpa mengurangi alokasi beras subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima bantuan pemerintah.**
