BREAKINGNEWS

BPS Ungkap Ekonomi RI Semester I-2026 Tumbuh 5,45%, Lebih Baik dari 2025

BPS Ungkap Ekonomi RI Semester I-2026 Tumbuh 5,45%, Lebih Baik dari 2025
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (Foto: Tangkapan layar)

Jakarta, MI - Ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan dan ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 5,12%.

Kinerja tersebut sekaligus mempertegas akselerasi ekonomi nasional sepanjang paruh pertama tahun ini. Sepanjang semester I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45%, melampaui capaian semester I-2025 yang sebesar 5,0%.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan laju pertumbuhan pada kuartal I dan kuartal II-2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik terus menguat, baik dari sisi produksi maupun permintaan.

“Pertumbuhan ekonomi sepanjang Semester 1-2026 menembus 5,45% yang jauh diatas pertumbuhan ekonomi Semester 1-2025 yang sebesar 5,0%. Ini menunjukkan pemerintah berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan baik, sehingga di tahun 2026 sampai Semester 1-2026 ini ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu” ujar Amalia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tiga mesin utama menopang pertumbuhan ekonomi pada semester pertama tahun ini, yakni konsumsi rumah tangga yang tetap solid, investasi yang terus mengalir, serta belanja pemerintah yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Daya beli masyarakat juga mendapat dorongan dari berbagai stimulus pemerintah, mulai dari pencairan gaji ke-13 pada Juni 2026, diskon tiket transportasi selama libur sekolah, hingga inflasi yang tetap terkendali.

Tak hanya itu, aktivitas ekonomi digital juga terus bergairah. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya transaksi e-retail dan marketplace, serta kenaikan transaksi menggunakan uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit.

Dari sisi investasi, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87%, ditopang investasi swasta dan pemerintah yang tetap ekspansif.

Sementara itu, konsumsi pemerintah menjadi salah satu motor pertumbuhan dengan lonjakan 15,97%, didorong meningkatnya realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Belanja tersebut antara lain mengalir ke sejumlah program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 juta rumah, pembangunan Sekolah Rakyat, hingga perbaikan sekolah reguler.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

BPS Ungkap Ekonomi RI Semester I-2026 Tumbuh 5,45%, Lebih Baik dari 2025 | Monitor Indonesia