BREAKINGNEWS

Kejar 100 GW Energi Surya, Pemerintah Bidik Jalan Tol Jadi Ladang PLTS

Kejar 100 GW Energi Surya, Pemerintah Bidik Jalan Tol Jadi Ladang PLTS
Ilustrasi PLTS di sepanjang Tol

Jakarta, MI – Pemerintah mulai mengubah wajah jalan tol menjadi bagian dari strategi besar transisi energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sepanjang koridor jalan tol demi mengejar target kapasitas energi surya 100 gigawatt (GW) pada 2029.

Langkah tersebut akan dimulai dari Jalan Tol Bali Mandara. Area di sisi jalan tol akan dimanfaatkan sebagai lokasi pemasangan panel surya tanpa harus membuka kawasan baru.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan Bali Mandara menjadi salah satu lokasi awal pengembangan konsep tersebut.

“Untuk pertama besok yang di Bali, Bali Mandara ya, itu pinggir-pinggirnya nanti dipasang,” kata Tri di Kantor Kementerian ESDM.

Setelah Bali Mandara, pemerintah menyiapkan pengembangan PLTS di kawasan Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tak berhenti di dua ruas tersebut, Kementerian ESDM juga mulai menghitung potensi pembangunan PLTS di sepanjang Tol Trans Jawa.

Pemanfaatan koridor tol dinilai strategis karena tersedia lahan memanjang yang dapat digunakan untuk instalasi panel surya tanpa harus membuka lahan baru. Konsep ini sekaligus diarahkan untuk mempercepat penambahan energi bersih dan menekan emisi karbon.

Pemerintah mengejar target besar. Kapasitas pembangkit listrik tenaga surya nasional ditargetkan mencapai 100 GW paling lambat pada 2029.

Target tersebut menjadi bagian dari agenda percepatan transisi energi yang didorong Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin energi surya menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan energi global.

Sebelumnya, PLN juga telah menyiapkan konsep pemanfaatan koridor jalan tol sebagai kawasan pembangkit energi hijau. Jalan tol milik Jasa Marga sepanjang sekitar 802 kilometer diproyeksikan memiliki potensi lahan sekitar 400–500 hektare apabila sisi kiri dan kanannya dapat dimanfaatkan.

Potensi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan PLTS sekitar 0,5 GWp, dengan dukungan sistem penyimpanan energi untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Artinya, jalan tol ke depan tidak hanya menjadi jalur pergerakan kendaraan. Koridor infrastruktur tersebut berpotensi berubah menjadi jalur pembangkit listrik hijau yang ikut memasok kebutuhan energi nasional.

Pemerintah juga melihat pengembangan PLTS sebagai cara mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor energi. Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, sementara kebutuhan listrik terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi.

Namun, target 100 GW bukan pekerjaan ringan. Pemerintah harus bergerak cepat dalam penyediaan lahan, jaringan transmisi, teknologi penyimpanan energi, pembiayaan, serta kepastian regulasi agar proyek tidak berhenti sebatas rencana.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Kejar 100 GW Energi Surya, Pemerintah Bidik Jalan Tol Jadi Ladang PLTS | Monitor Indonesia