BREAKINGNEWS

OJK Buka Suara soal Masjid Istiqlal Masuk Bursa

OJK Buka Suara soal Masjid Istiqlal Masuk Bursa
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (Foto: Repro)

Jakarta, MI - Rencana Masjid Istiqlal masuk ke ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf produktif mulai mendapat perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan rencana tersebut saat ini masih dibahas secara internal. OJK juga membuka peluang menyiapkan aturan khusus jika mekanisme pengelolaan dana wakaf tersebut masuk dalam kewenangan regulator.

"Kami sedang melakukan pembahasan itu. Tapi pada prinsipnya tentu jika ini bersinggungan dengan katakanlah pengelolaan dana dan sebagainya yang nanti memenuhi persyaratan. Kita lihat kira-kira sektor terkait mana yang harus diperhatikan sebagai landasan pengaturannya," ujar Hasan di BEI, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, OJK akan lebih dulu melihat bentuk pengelolaan dana serta sektor yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Jika diperlukan dan terdapat mandat pengaturan, OJK dapat menerbitkan regulasi khusus.

"Dalam hal ini diperlukan dan diberikan mandat. Nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini," kata dia.

Hasan menekankan bahwa kegiatan investasi yang melibatkan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari prinsip transparansi dan tata kelola yang baik. Perlindungan masyarakat, termasuk investor, juga menjadi aspek utama yang harus diperhatikan.
 
"Pada prinsipnya tentu apapun kegiatan investasi bersinggungan dengan masyarakat secara umum kita harapkan tetap mengedepankan aspek transparansi dengan bentuk pengelolaan yang baik dengan tata kelola yang baik," tutur Hasan.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap konsumen dan investor harus menjadi prioritas dalam kegiatan investasi yang melibatkan dana masyarakat.

Menag Sebut Istiqlal Masjid Pertama Masuk BEI

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama yang masuk ke ekosistem BEI melalui pengelolaan wakaf produktif.

Menurut Nasaruddin, kerja sama tersebut ditujukan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

“Pertama kali masjid yang masuk Bursa Efek adalah Masjid Istiqlal. Wakaf tunai yang kami kumpulkan bekerja sama dengan Bursa Efek sehingga ada pemberdayaan ekonomi umat,” ucap Nasaruddin.

Ia menjelaskan dana wakaf yang terkumpul tidak ditempatkan dalam deposito. Dana tersebut akan dikelola melalui skema wakaf produktif, dengan sebagian keuntungan dari investasi dikembalikan kepada umat melalui berbagai program yang dijalankan Masjid Istiqlal.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

OJK Buka Suara soal Masjid Istiqlal Masuk Bursa | Monitor Indonesia