BREAKINGNEWS

IHSG Tertekan, MDKA Justru Dibidik: Tren Emas dan Perak Jadi Perhatian Investor

IHSG Tertekan, MDKA Justru Dibidik: Tren Emas dan Perak Jadi Perhatian Investor
Aktivitas pekerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Jakarta, MI – Tekanan terhadap pasar saham Indonesia dinilai membuka peluang bagi investor untuk kembali mencermati saham sektor pertambangan, khususnya emiten yang memiliki eksposur terhadap emas dan perak. Salah satu saham yang kembali menjadi perhatian adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Pandangan tersebut disampaikan pengamat pasar sekaligus Chief Investment Officer Echelon Global Partners Inc, Herman Halim. Ia menilai koreksi pasar justru dapat menjadi momentum bagi investor yang memiliki horizon lebih panjang untuk mencermati saham komoditas dengan valuasi yang dianggap menarik.

“Lanjut beli MDKA. Logika rekomendasi MDKA sangat jelas. MDKA adalah perusahaan pertambangan yang memiliki cadangan perak terbanyak, harga emas terus naik, dan kenaikan perak lebih besar,” ujar Herman.

Namun, kondisi pasar saham dalam perdagangan terkini masih dibayangi volatilitas. IHSG pada Selasa (11/8/2026) ditutup melemah 0,69% ke level 6.365,37 setelah terkoreksi 44,28 poin. 

Tekanan juga masih terlihat pada perdagangan Rabu pagi. IHSG sempat dibuka menguat tipis 0,17% ke level 6.278, menunjukkan pasar masih bergerak fluktuatif dan investor belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi. 

Di tengah volatilitas tersebut, sektor emas dan logam mulia tetap menjadi perhatian pasar global. Harga perak pada 11 Agustus berada di sekitar US$64,75 per troy ounce setelah terkoreksi harian 1,45%, tetapi masih mencatat kenaikan sekitar 12,38% dalam sebulan dan 70,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pergerakan komoditas itu menjadi salah satu alasan saham-saham pertambangan kembali dilirik. Perak memiliki karakter ganda sebagai aset lindung nilai sekaligus komoditas industri, sehingga prospeknya turut dipengaruhi permintaan industri dan ekspektasi suku bunga global.

Herman menilai tekanan IHSG justru membuat saham yang memiliki fundamental komoditas menarik untuk dicermati. Menurut dia, koreksi harga dapat dimanfaatkan investor untuk membangun atau menambah posisi secara bertahap.

“Valuasi MDKA ditingkatkan dengan tajam. Kemarin terdampak penurunan indeks IHSG dan ikut mengalami penurunan. Ini muncul sebagai peluang untuk menambah posisi yang jarang ada,” katanya.

Dari sisi kinerja perusahaan, MDKA memang memiliki eksposur kuat terhadap komoditas logam. Data laporan kegiatan perseroan menunjukkan MDKA membukukan pendapatan sekitar US$775,6 juta pada kuartal II 2026. Pendapatan tersebut berasal antara lain dari emas, tembaga, nickel pig iron, high-grade nickel matte, bijih limonit, dan asam sulfat. 

Pada kuartal II 2026, penjualan emas MDKA mencapai 36.574 ounce dengan harga jual rata-rata US$4.511 per ounce. Tambang Emas Tujuh Bukit menjadi salah satu penopang utama dengan produksi 24.567 ounce emas pada periode tersebut. 

Harga saham MDKA sendiri sebelumnya sempat menguat signifikan. Pada 4 Agustus 2026, MDKA ditutup di level Rp2.910 per saham setelah melonjak 6,99% dalam sehari dan mencatat kenaikan 10,23% dalam lima hari perdagangan. 

Namun, koreksi pasar berikutnya membuat saham produsen emas ikut mendapat tekanan. Data perdagangan 11 Agustus menunjukkan saham-saham produsen emas cenderung melemah seiring koreksi pasar secara keseluruhan.

Herman melihat kondisi tersebut sebagai fase yang perlu dicermati, terutama jika tren kenaikan harga emas dan perak berlanjut. Ia memperkirakan dana global akan bergilir mencari eksposur terhadap saham-saham emas dan komoditas.

“Jangan melewatkan peluang saham valuasi rendah. Saat ini saham emas jangka pendek akan menjadi hotspot global, dana internasional akan secara global bergiliran berspekulasi pada saham emas,” ujarnya.

Meski demikian, prospek harga komoditas tidak otomatis menjamin kenaikan harga saham. Pergerakan MDKA tetap dipengaruhi kinerja operasional, biaya produksi, harga komoditas, kondisi pasar global, sentimen IHSG, serta arus dana investor.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

IHSG Tertekan, MDKA Justru Dibidik: Tren Emas dan Perak Jadi Perhatian Investor | Monitor Indonesia