BREAKINGNEWS

IHSG Menguat 1,69 Persen, Investor Masih Wait and See Jelang Evaluasi MSCI

IHSG Menguat 1,69 Persen, Investor Masih Wait and See Jelang Evaluasi MSCI
IHSG Menguat 1,69 Persen, Investor Masih Wait and See Jelang Evaluasi MSCI

Jakarta, MI— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan. Pada perdagangan Rabu (12/8/2026), IHSG ditutup di level 6.373,85, melonjak 1,69 persen atau sekitar 105 poin.

Penguatan tersebut menjadi sinyal positif di tengah perhatian investor yang masih tertuju pada keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi indeks saham Indonesia. Pengumuman hasil evaluasi menjadi salah satu katalis utama yang berpotensi menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

Pasar sebelumnya dibayangi kekhawatiran terhadap kebijakan MSCI terkait saham-saham Indonesia. MSCI sebelumnya telah mempertahankan pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) untuk saham Indonesia.

Di sisi lain, sentimen eksternal turut memberikan dukungan terhadap pasar domestik. Harga minyak mentah menguat, dengan Brent berada di sekitar US$89,30 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) sekitar US$83,23 per barel pada Rabu (12/8/2026).

Pergerakan komoditas strategis juga menjadi perhatian karena Indonesia memiliki eksposur besar terhadap sektor energi, pertambangan dan logam. Namun, tidak seluruh komoditas bergerak seragam. Harga nikel, misalnya, tercatat sekitar US$16.820 per ton pada 11 Agustus atau turun 0,74 persen secara harian, meski masih menguat sekitar 9,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Harga emas juga bergerak tinggi, meski pasar emas domestik mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Harga emas Antam tercatat turun Rp30.000 menjadi Rp2,68 juta per gram.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar domestik mendapatkan dukungan dari kombinasi penguatan IHSG dan sentimen komoditas, tetapi investor belum sepenuhnya keluar dari posisi menunggu.

MSCI Jadi Penentu Sentimen

Perhatian terbesar pelaku pasar kini tertuju pada hasil evaluasi MSCI. Bursa Efek Indonesia sebelumnya menegaskan bahwa keputusan mengenai perubahan indeks sepenuhnya berada di tangan MSCI sebagai penyedia indeks global.

MSCI Indonesia sendiri dirancang untuk mengukur kinerja segmen saham berkapitalisasi besar dan menengah di Indonesia serta mencakup sekitar 85 persen dari ekuitas Indonesia yang menjadi cakupan indeksnya.

Situasi itu membuat sebagian investor memilih menahan keputusan besar sampai hasil evaluasi MSCI diketahui. Fluktuasi IHSG dalam jangka pendek pun dinilai masih wajar selama pasar mencari kepastian mengenai arah kebijakan indeks tersebut.

Pasar Indonesia sebelumnya memang sempat mengalami tekanan akibat keputusan MSCI. Pada Mei 2026, MSCI menghapus enam saham dari MSCI Indonesia Standard Index, yang kemudian memicu tekanan jual terhadap sejumlah saham dan membuat IHSG merosot hampir 2 persen dalam satu sesi.

Karena itu, penguatan IHSG sebesar 1,69 persen pada perdagangan hari ini belum dapat dibaca sebagai tanda bahwa seluruh risiko pasar telah berakhir.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

IHSG Menguat 1,69 Persen, Investor Masih Wait and See Jelang Evaluasi MSCI | Monitor Indonesia