BREAKINGNEWS

IHSG Rebound 1,69%, Asing Serbu Saham Prajogo Pangestu hingga Rp578 Miliar

IHSG Rebound 1,69%, Asing Serbu Saham Prajogo Pangestu hingga Rp578 Miliar
IHSG Rebound 1,69%, Asing Serbu Saham Prajogo Pangestu hingga Rp578 Miliar

Jakarta, MI – Bursa saham Indonesia kembali menunjukkan tenaga setelah sempat tertekan akibat kekhawatiran pasar terhadap hasil August 2026 Index Review MSCI. IHSG pada perdagangan Rabu (12/8/2026) melonjak 105,96 poin atau 1,69% ke level 6.373.

Penguatan tersebut sekaligus memperlihatkan mulai munculnya kembali minat beli setelah tekanan hebat pada perdagangan sebelumnya. Bahkan, arus dana asing mulai terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama kelompok emiten yang terkait dengan bisnis energi dan sumber daya alam milik konglomerat Prajogo Pangestu.

Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan net buy Rp725,41 miliar di seluruh pasar, dengan net buy di pasar reguler mencapai Rp482,79 miliar. 

Saham Prajogo Jadi Hotspot

Pergerakan paling mencolok terlihat pada PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Keempat saham tersebut menjadi sasaran utama investor asing. PTRO mencatat net buy asing Rp174,86 miliar, BREN Rp138,45 miliar, CUAN Rp135,31 miliar, dan BRPT Rp129,25 miliar. Jika digabung, pembelian asing pada empat saham tersebut mencapai sekitar Rp577,87 miliar. 

PTRO bahkan melesat 11,56% ke Rp5.500 per saham pada perdagangan Rabu. Penguatan tersebut sejalan dengan derasnya arus dana asing yang masuk ke saham tersebut. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa setelah tekanan akibat isu MSCI, pelaku pasar mulai menemukan kembali titik konsentrasi baru. Sektor energi dan saham berbasis sumber daya alam menjadi salah satu magnet utama.

Panic Selling Mulai Mereda

Tekanan pada IHSG sebelumnya tidak terlepas dari kekhawatiran investor terhadap kebijakan MSCI terhadap pasar modal Indonesia. MSCI mempertahankan perlakuan khusus terhadap saham Indonesia, termasuk pembekuan penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS), serta tidak menaikkan saham Indonesia ke tingkat indeks yang lebih tinggi. 

MSCI juga sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi pasar modal Indonesia dan konsentrasi kepemilikan saham. 

Namun, pasar merespons dengan cepat. Sehari setelah tekanan besar, IHSG justru mampu rebound 1,69%. Data tersebut mengindikasikan sebagian investor mulai berani kembali mengambil posisi pada saham-saham yang dinilai memiliki prospek kuat.

Arah Pasar Mulai Lebih Terlihat

Penguatan IHSG juga didukung meningkatnya aktivitas transaksi pada sejumlah saham pilihan. Konsentrasi arus dana pada saham energi dan komoditas membuat arah pergerakan pasar mulai lebih mudah dibaca dibandingkan periode sebelumnya.

Selain PTRO, asing juga memborong BREN, CUAN, dan BRPT. Di luar kelompok tersebut, BBCA menjadi saham dengan net buy asing terbesar berikutnya sebesar Rp82,8 miliar, disusul BRMS Rp74,09 miliar dan BBRI Rp55,34 miliar. 

Untuk perdagangan Kamis (13/8/2026), sejumlah analis masih melihat peluang IHSG melanjutkan technical rebound. Proyeksi teknikal yang beredar menempatkan IHSG pada area 6.440–6.544 apabila momentum penguatan mampu dipertahankan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

IHSG Rebound 1,69%, Asing Serbu Saham Prajogo Pangestu hingga Rp578 Miliar | Monitor Indonesia