Jakarta, MI - Saham Intermedia Capital (MDIA) kembali mencuri perhatian. Dalam lima hari terakhir, saham emiten Grup Bakrie itu melonjak 25 persen atau 56 poin ke Rp280. Dalam sebulan, kenaikannya bahkan mencapai 294,37 persen atau 209 poin dari posisi Rp71 pada 20 Juli 2026.
Lonjakan harga itu membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tangan. BEI meminta penjelasan manajemen MDIA terkait pergerakan saham yang melesat tajam tersebut.
Manajemen MDIA menyebut kenaikan saham merupakan refleksi pasar. Harga saham, menurut perseroan, dipengaruhi berbagai faktor, baik dari internal maupun eksternal, sehingga tidak selalu sejalan dengan kinerja operasional dan keuangan perusahaan.
Corporate Secretary MDIA Andrew Santoni Hutasoit mengatakan pergerakan saham bisa dipengaruhi permintaan dan penawaran, likuiditas, sentimen pasar, hingga ekspektasi investor terhadap prospek industri media.
Ekspektasi terhadap bisnis MDIA ke depan juga ikut membentuk persepsi investor. Penguatan posisi di industri media, optimalisasi aset, efisiensi, dan sejumlah langkah strategis perseroan dinilai dapat memengaruhi aktivitas perdagangan saham.
"Ekspektasi tersebut pada akhirnya dapat tercermin dalam dinamika perdagangan dan pergerakan harga saham perseroan," ujar Andrew.
Namun, lonjakan MDIA tak lepas dari perhatian BEI. Pada Kamis (13/8/2026), BEI kembali menyetop sementara perdagangan saham MDIA. Ini menjadi suspensi kedua dalam sebulan terakhir.
Penghentian perdagangan berlaku di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi pra-pembukaan hingga pengumuman lebih lanjut.
