Jakarta, MI – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) merusak sejumlah fasilitas bandara di Flores dan sekitarnya. Meski mengalami kerusakan, seluruh bandara terdampak tetap beroperasi dengan pengamanan ketat.
Kementerian Perhubungan memastikan tidak ada bandara yang ditutup akibat gempa. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang masih aman digunakan, sementara area yang berisiko dibatasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas.
“Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.
Bandara Komodo di Labuan Bajo menjadi salah satu fasilitas yang terdampak. Plafon terminal dan fire station mengalami kerusakan, sementara dinding gedung administrasi retak. Retakan memanjang juga ditemukan pada fillet Taxiway A.
Meski demikian, landasan dan fasilitas operasional tetap digunakan setelah dilakukan pembersihan serta pemeriksaan.
Kerusakan juga terjadi di Bandara H Hasan Aroeboesman, Ende. Plafon terminal, dinding gedung PKP-PK, serta struktur menara terdampak.
Untuk menjaga layanan lalu lintas udara, komunikasi dipindahkan sementara ke watchroom Gedung PKP-PK melalui skema contingency plan.
Di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, partisi dinding kaca di lantai dua terminal mengalami kerusakan. Petugas langsung melakukan pengamanan area dan perbaikan untuk mencegah risiko terhadap penumpang.
Sementara itu, Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, mengalami kerusakan pada arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat dan kantor, dinding PKP-PK hingga menara.
Pembersihan dan evaluasi struktur masih dilakukan. Namun, sisi udara bandara dinyatakan tetap aman untuk penerbangan.
Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, juga mengalami kerusakan ringan berupa plafon dan kaca terminal lantai dua. Runway dan apron masih dalam kondisi baik.
Ancaman lain ditemukan di Bandara Soa Bajawa. Selain kerusakan plafon, kaca terminal, dinding dan kolom bangunan, terdapat retakan memanjang pada runway.
Petugas melakukan mitigasi dengan membersihkan material, mengamankan peralatan, menggunakan perangkat komunikasi VHF/A-G portable, serta memindahkan armada PKP-PK ke luar gedung sebagai langkah antisipasi gempa susulan.
Kemenhub menegaskan operasional bandara tetap berjalan, tetapi kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
“Bandar udara tetap beroperasi, tetapi keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Selain itu, maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan," jelasnya.**
