Iran Bersedia Buka Selat Hormuz, Tapi Ada Tarif untuk Kapal yang Lewat

Jakarta, MI - Iran menyatakan bersedia membuka kembali Selat Hormuz, namun dengan syarat kapal-kapal yang melintas dikenakan biaya, untuk mengganti dampak kerusakan akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabai.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian dari pendapatan transit digunakan untuk mengganti semua kerusakan disebabkan oleh perang yang dipaksakan,” ujar Tabatabai, melalui media sosial X pada Senin (6/4/2026).
Dalam pernyataannya, Tabatabai juga melontarkan kritik keras kepada Presiden AS Donald Trump. Ia menilai Trump melontarkan berbagai hinaan dan omong kosong karena frustrasi dan marah.
"(Orang) Yang memulai perang skala penuh di kawasan itu dan masih membual," ucapnya.
Di sisi lain, Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News pada Minggu (5/4/2026), menyebut akan menghancurkan Iran dan merebut seluruh minyaknya.
Tak hanya itu, melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada hari yang sama, Trump juga mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan-jembatan di Iran pada Selasa (7/4/2026) apabila hingga Senin Iran belum juga membuka Selat Hormuz.
Trump bahkan menyatakan rakyat Iran akan hidup di neraka jika jalur perairan penting bagi distribusi 20 minyak dan gas dunia itu tidak dibuka.
Sebelumnya, Trump juga sempat menyampaikan ancaman lain dengan menyebut AS dapat menghancurkan Iran hingga kembali ke zaman batu.
Topik:
