Kepala Intelijen IRGC Iran Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel
-majid-khademi--tewas-dalam-serangan-as-israel-(foto:-istimewa).webp)
Jakarta, MI - Majid Khademi, kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Senin (6/4/2026).
Mengutip Reuters, IRGC dalam pernyataan resminya menyebut Khademi menjadi tokoh kunci terbaru, yang tewas akibat serangan udara AS dan Israel. Ia diketahui menjabat sebagai kepala intelijen IRGC sejak 2025, menggantikan pejabat sebelumnya yang juga tewas dalam serangan udara Israel.
Sepanjang kariernya, Khademi menghabiskan puluhan tahun dalam peran intelijen dan kontra-spionase, sambil meniti karier di aparat keamanan Iran.
Sebelum memimpin intelijen IRGC, Khademi sempat menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen Garda Revolusi, yang bertugas melakukan pengawasan internal dan kontra-intelijen, dan memegang peran senior di Kementerian Pertahanan Iran.
Organisasi intelijen IRGC merupakan salah satu badan keamanan Iran yang paling kuat, dengan peran sentral dalam pengawasan domestik untuk melawan pengaruh asing. Organisasi ini sering beroperasi paralel dengan kementerian intelijen sipil.
Pada 2025, serangan Israel juga menewaskan kepala intelijen IRGC saat itu, Mohammad Kazemi. Selain Kazemi, dua perwira tinggi intelijen lainnya turut menjadi korban.
"Tiga jenderal intelijen yakni Mohammed Kazemi, Hassan Mohaghegh, dan Mohseb Bagheri dibunuh dan gugur sebagai martir," demikian pernyataan IRGC yang dikutip AFP.
Kabar kematian para petinggi intelijen IRGC tersebut juga diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Fox News.
Topik:
