Jakarta, MI - Militer Arab Saudi disebut-sebut ikut melancarkan serangan ke Iran secara diam-diam selama konflik yang berlangsung dari 28 Februari hingga 7 April lalu. Aksi tersebut sebagai balasan atas serangan Iran ke Arab Saudi.
Mengutip laporan Reuters, Rabu (13/5/2026), dua sumber pejabat Barat dan dua pejabat Iran menyebut Angkatan Udara Arab Saudi melakukan beberapa serangan terhadap Iran dalam periode konflik tersebut.
Meski begitu, waktu pasti serangan itu belum diketahui. Namun, serangan diperkirakan terjadi pada akhir Maret.
"Serangan balasan sebagai pembalasan atas gempuran terhadap Arab Saudi," ujar salah satu sumber pejabat negara Barat, dikutip Rabu (13/5/2026).
Saat dimintai tanggapan, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tidak secara langsung membenarkan maupun membantah laporan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran memilih tidak memberikan komentar terkait kabar tersebut.
Arab Saudi sendiri diketahui memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat dan selama ini mengandalkan dukungan militer AS untuk sistem pertahanannya.
Namun, konflik yang berlangsung hampir 40 hari membuktikan sistem pertahanan AS tak efektif sehingga sangat rentan ditembus rudal-rudal Iran.
Selama konflik berlangsung, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta Yordania dan Irak. Sasaran serangan tidak hanya pangkalan militer AS, tapi juga situs sipil, bandara, dan fasilitas minyak.
Sebelumnya, sejumlah pejabat AS juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab ikut melancarkan serangan terhadap Iran.

