Jakarta, MI - Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak melaporkan sebanyak 39 warga negara Indonesia (WNI) ditemukan dalam insiden kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Jumlah ini merupakan hasil operasi pencarian khusus yang telah berlangsung selama enam hari.
Direktur Maritim Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, mengatakan dari total korban yang ditemukan, 23 orang berhasil selamat sementara 16 lainnya meninggal dunia.
"Sejauh ini, total 39 korban telah ditemukan, terdiri atas 23 orang selamat dan 16 lainnya meninggal dunia. Informasi awal menyebutkan jumlah korban sebanyak 37 orang, namun angka tersebut diyakini tidak akurat dan diduga masih ada korban yang belum ditemukan," ungkap Shukri dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu (17/5/2026).
Hingga kini, otoritas maritim Malaysia masih belum memastikan identitas maupun detail kapal yang mengangkut para WNI tersebut. Para korban diduga merupakan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI).
Pada hari pertama operasi pencarian dan penyelamatan, petugas hanya menemukan para korban dalam kondisi terapung di perairan terbuka.
Operasi pencarian korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Aset Maritim Malaysia (MMEA), Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), hingga kapal Nelayan Lokal (VNT).
Tim gabungan menyisir sejumlah wilayah perairan, termasuk Pulau Pangkor, Pulau Kelumpang, Pulau Sangga Kechil, hingga Pulau Buloh.
Berdasarkan data terbaru, total korban yang telah ditemukan mencapai 39 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat, sementara 16 lainnya meninggal dunia. Hingga kini, operasi pencarian masih berlangsung.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi telah diserahkan kepada kepolisian Malaysia untuk proses lebih lanjut. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan dan Rumah Sakit Taiping guna menjalani identifikasi serta pemeriksaan medis.
Mohd Shukri menegaskan, operasi SAR gabungan akan terus dilakukan hingga seluruh korban hilang berhasil ditemukan. Ia juga meminta masyarakat maritim dan nelayan setempat segera melapor apabila menemukan petunjuk maupun benda mencurigakan di sekitar lokasi kejadian guna membantu mempercepat proses pencarian.

