BREAKINGNEWS

Timur Tengah Makin Membara! Iran Gempur 18 Target Militer AS

Timur Tengah Makin Membara! Iran Gempur 18 Target Militer AS
Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk (Foto: Ist

Jakarta, MI - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dengan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Aksi tersebut dilakukan setelah AS lebih dulu melancarkan serangan ke beberapa kota di Iran, yang sebagian besar berada di pesisir Selat Hormuz.

Mengutip laporan kantor berita Tasnim, IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut melibatkan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Iran yang menyerang pasukan AS dalam dua gelombang operasi.

Dalam serangan itu, sedikitnya 18 instalasi penting di pangkalan-pangkalan yang digunakan oleh militer Amerika menjadi sasaran.

Meski demikian, IRGC tidak mengungkap secara rinci negara-negara Teluk atau Timur Tengah yang menjadi target serangan terbaru ini. Namun pada Rabu kemarin, IRGC menggempur 22 target militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Tak lama setelah serangan terjadi, Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warganya untuk tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat. Bahrain merupakan markas Armada Ke-5 AS.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyebut serangan pertahanan diri terbaru sebagai "tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan".

Rentetan serangan tersebut memicu ledakan di sejumlah wilayah Iran, termasuk Pulau Qeshm, Teluk Hormuz, serta sejumlah kota lain, seperti Bandar Abbas, Sirik, dan Minab

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya melalui akun media sosial Truth Social menuding para pemimpin Iran terlalu lama berunding tanpa mencapai kesepakatan. 

"terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan."

Pernyataan tersebut juga disertai ancaman bahwa AS akan meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran, termasuk menargetkan infrastruktur jembatan dan pembangkit listrik.

Menanggapi ancaman itu, komando militer tertinggi Iran memutuskan menutup total Selat Hormuz. Iran juga memperingatkan bahwa seluruh kapal yang melintasi perairan tersebut, termasuk kapal tanker minyak dan kapal kargo, berpotensi menjadi sasaran serangan.

Tak lama berselang, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang dua kapal tanker minyak yang dituduh melakukan pelayaran ilegal di Selat Hormuz. 

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Timur Tengah Makin Membara! Iran Gempur 18 Target Militer AS | Monitor Indonesia