BREAKINGNEWS

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus US$95 per Barel

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus US$95 per Barel
Kapal di Selat Hormuz

Jakarta, MI— Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dolar AS per barel setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Kebijakan penutupan tersebut diumumkan militer Iran menyusul ancaman serangan lanjutan dari Amerika Serikat. Dampaknya langsung terasa di pasar internasional dengan harga minyak Brent melonjak 2,47 persen menjadi 95,40 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,89 persen ke level 92,63 dolar AS per barel.

Komando militer gabungan Iran menegaskan seluruh pelayaran di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga, ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Teheran bahkan memperingatkan setiap kapal yang nekat melintas akan menghadapi tindakan militer. Langkah tersebut memperbesar kekhawatiran dunia terhadap terganggunya pasokan energi global.

Meski demikian, militer Amerika Serikat mengklaim aktivitas pelayaran komersial masih berlangsung di kawasan tersebut dan membantah laporan bahwa kapal perang AS menjadi sasaran serangan Iran.

Situasi memanas setelah pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Aksi militer terbaru itu memperpanjang eskalasi konflik yang sebelumnya sempat mereda lewat gencatan senjata pada awal April lalu.

Pengamat menilai kondisi ini berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas dan mengancam stabilitas ekonomi global.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur strategis tersebut membuat pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi yang dapat mendorong harga minyak semakin tinggi.

Di saat bersamaan, cadangan minyak Amerika Serikat juga terus menyusut. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah negeri itu turun 7,2 juta barel dalam sepekan terakhir menjadi 426,5 juta barel, jauh di atas perkiraan penurunan 4 juta barel.

Sejak konflik dengan Iran pecah pada Februari 2026, cadangan minyak AS tercatat telah berkurang sekitar 79 juta barel akibat upaya menutup kekurangan pasokan global.

Lonjakan harga minyak diperkirakan akan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor energi. Jika ketegangan AS-Iran terus meningkat dan Selat Hormuz tetap tertutup, harga energi global berpotensi kembali menembus level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembu | Monitor Indonesia