Jakarta, MI - Duka mendalam menyelimuti pesepak bola asal Argentina, Lucas Trejo. Istri dan dua anaknya meninggal dunia setelah menjadi korban gempa bumi yang mengguncang Venezuela pekan lalu.
Trejo, yang memperkuat klub divisi dua Venezuela, Club Sport Maritimo La Guaira, menghabiskan tiga hari mencari keluarganya di antara reruntuhan rumah mereka di La Guaira, wilayah yang menjadi salah satu lokasi dengan dampak terparah akibat gempa.
Saat bencana terjadi, Trejo tengah menjalani pemusatan latihan bersama timnya di Caracas. Begitu menerima kabar gempa, ia langsung pulang ke rumah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota. Namun, setibanya di lokasi, rumah yang dihuni keluarganya sudah rata dengan tanah.
Saudara iparnya, Ricardo Ardiles, mengatakan bahwa Trejo sangat terpukul melihat kondisi rumahnya.
"Apa yang dia temukan adalah pemandangan yang mengerikan. Dia sama sekali tidak menemukan apa pun yang tersisa dari bangunan itu sebelumnya. Harapan kami adalah mereka tidak berada di dalam sana," ujar Ardiles.
Selama tiga hari, Trejo bersama relawan dan rekan-rekannya terus menggali puing-puing untuk mencari istri dan kedua anaknya. Mereka bahkan meminta tambahan alat berat karena peralatan yang tersedia dinilai tidak memadai.
"Saat ini kami hanya memiliki satu mesin, tetapi itu tidak cukup," kata Robert Garces, pemain Metropolitanos FC.
Harapan Trejo akhirnya sirna. Pada Minggu (28/6/2026), Club Sport Maritimo La Guaira mengumumkan bahwa sang istri, Yanina, serta kedua anak mereka, Aaron dan Ainhoa, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Klub menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dengan mengunggah foto keluarga Trejo.
"Lucas, kamu tidak sendirian. Keluargamu di Maritime La Guaira bersamamu," tulis pihak klub.
Tragedi gempa yang mengguncang Venezuela juga merenggut banyak korban dari dunia sepak bola. Berdasarkan data otoritas setempat, lebih dari 1.400 orang meninggal dunia, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.
Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) turut mengonfirmasi meninggalnya pemain muda berbakat Yimvert Berroteran. Pesepak bola berusia 18 tahun itu sebelumnya tampil di Piala Dunia U-17 di Doha dan baru saja memperkuat tim nasional Venezuela U-20.
Selain Berroteran, dua pemain muda lainnya, Víctor Palacios dan Razan Sijaa, juga dilaporkan menjadi korban bencana tersebut.
Duka juga dirasakan pesepak bola Venezuela, Hector Bello. Istrinya meninggal dunia saat berusaha melindungi anak mereka yang masih balita ketika gempa terjadi.
Melalui unggahan di media sosial, Bello mengenang sang istri dengan pesan yang menyentuh.
"Aku akan memastikan untuk mengingatkan putri kecil kita betapa hebatnya dirimu dan betapa besar cintamu padanya," ucap Bello.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat tercatat sebagai salah satu gempa paling dahsyat yang pernah melanda negara tersebut dalam lebih dari satu abad terakhir.
Guncangan kuat terasa hingga ibu kota Caracas dan sejumlah wilayah lain di Venezuela. Bencana itu menyebabkan banyak bangunan bertingkat ambruk, listrik padam, koneksi internet putus, hingga Bandara Internasional Simon Bolivar terpaksa di tutup.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi dan Geofisika Amerika Serikat (USGS), gempa kali ini menjadi yang terbesar sejak awal abad ke-20. Sebelumnya, Venezuela pernah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada 1900 yang berpusat di lepas pantai utara, tidak jauh dari Caracas.
