Caracas, MI - Korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni terus bertambah. Hingga Jumat (3/7/2026), pemerintah mencatat sedikitnya 2.645 orang meninggal dunia, sementara 12.666 lainnya mengalami luka-luka.
Mengutip pernyataan Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela di platform X yang dilansir Anadolu Agency, sebanyak 6.462 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 86.117 keluarga yang terdampak.
Dampak gempa turut meluluhlantakkan ratusan bangunan. Sebanyak 885 bangunan mengalami kerusakan, dengan 189 di antaranya roboh.
Untuk mempercepat penanganan bencana, pemerintah mengerahkan hampir 30.000 personel. Operasi penyelamatan juga diperkuat lebih dari 3.300 personel internasional yang diterjunkan ke wilayah terdampak.
Berdasarkan data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Venezuela diguncang dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni. Kedua gempa itu terjadi hanya berselang sekitar 39 detik.
Gempa bermagnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Yumare, Negara Bagian Yaracuy. Sementara gempa bermagnitudo 7,2 berpusat sekitar 23,9 kilometer di timur laut San Felipe, yang juga berada di wilayah Yaracuy.
Kementerian juga melaporkan sedikitnya 890 gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut sejak bencana terjadi.
