Jakarta, MI – Tragedi besar mengguncang proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Teesta-VI di negara bagian Sikkim, India. Sedikitnya 13 pekerja dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya masih terjebak setelah terowongan proyek runtuh akibat ledakan gas metana yang memicu ledakan hebat.
Insiden terjadi pada Senin (20/7/2026) di proyek PLTA berkapasitas 500 megawatt milik perusahaan pelat merah NHPC Ltd. Menurut keterangan perusahaan, ledakan gas metana dari bebatuan menyebabkan terowongan ambruk dan menjebak 25 pekerja serta pejabat proyek yang sedang berada di dalam lokasi konstruksi di Distrik Namchi.
Memasuki hari ketiga pascakejadian, operasi penyelamatan masih terus berlangsung. Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan para korban yang diyakini masih berada di balik reruntuhan terowongan.
"Segala upaya terus dilakukan untuk mengevakuasi personel yang terjebak," demikian pernyataan resmi NHPC Ltd.
Perusahaan juga memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan para pekerja tersebut.
Pemerintah India turut mengerahkan dukungan penuh dalam operasi penyelamatan. Menteri Tenaga Listrik India, Manohar Lal, menyatakan seluruh sumber daya negara telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
"Operasi penyelamatan yang tengah berlangsung di Proyek Hidroelektrik Teesta-VI terus dipantau secara ketat. Seluruh dukungan penuh dikerahkan untuk tim penyelamat yang bekerja tanpa kenal lelah di lokasi," ujar Manohar Lal.
Ia juga menyampaikan harapan agar para pekerja yang masih terjebak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kami terus berdoa bagi keselamatan mereka yang masih terjebak," tambahnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan kerja pada proyek-proyek infrastruktur berskala besar di India, terutama pembangunan terowongan di kawasan pegunungan yang memiliki kondisi geologi kompleks dan rentan terhadap akumulasi gas bawah tanah.
Hingga kini, otoritas India masih fokus melakukan evakuasi, sementara investigasi mengenai penyebab ledakan dan runtuhnya terowongan akan dilakukan setelah seluruh operasi penyelamatan dinyatakan selesai.**
