Paris, MI – Prancis menghadapi salah satu bencana kebakaran hutan terbesar dalam sejarah modern. Gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu memicu kobaran api di wilayah barat daya hingga memaksa sedikitnya 141.000 warga mengungsi, menjadikannya kebakaran terburuk sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan musim panas 2026 menjadi periode dengan jumlah kebakaran hutan tertinggi sejak Perang Dunia II. Kondisi cuaca yang sangat panas dan kekeringan berkepanjangan membuat api dengan cepat meluas di kawasan Gironde dan Landes.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan pemerintah memprioritaskan keselamatan masyarakat melalui evakuasi massal karena skala kebakaran terus membesar.
"Kebakaran yang melanda negara kami telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari 141.000 orang telah dievakuasi di Gironde dan Landes di barat daya demi memastikan keselamatan mereka," ujar Sebastien Lecornu melalui akun X, Sabtu (25/7/2026).
Untuk mempercepat penanganan bencana, pemerintah mengerahkan sekitar 500 personel militer membantu operasi pemadaman. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 1.000 personel seiring meluasnya area yang terbakar.
Selain mengirim pasukan, pemerintah juga mengerahkan layanan kesehatan militer serta menyiapkan sekitar 1,5 juta masker pelindung bagi warga yang terdampak kabut asap.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengungkapkan kebakaran hutan sepanjang 2026 telah menghanguskan lebih dari 50.000 hektare lahan. Dua titik kebakaran terbesar berada di wilayah Gironde dan Landes yang hingga kini masih menjadi fokus utama upaya pemadaman.
Pemerintah Prancis terus meningkatkan kapasitas penanganan darurat sembari mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran akibat gelombang panas ekstrem yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.**
