Jakarta, MI - Hubungan Iran dan Ukraina kembali memanas setelah sebuah kapal komersial milik Teheran menjadi sasaran serangan di Laut Kaspia. Iran menyebut satu warga negaranya tewas dalam insiden tersebut dan memperingatkan aksi itu tidak akan berlalu tanpa pembalasan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras serangan tersebut. Ia menuding Ukraina berada di balik serangan dan menyebut tindakan itu melanggar hukum internasional.
Araghchi menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertanggung jawab atas serangan kapal komersial Iran yang menewaskan seorang pelaut.
Tak hanya mengecam Kyiv, Araghchi juga menuduh aksi tersebut dilakukan atas kepentingan Israel. Menurutnya, serangan itu merupakan upaya untuk memperluas konflik hingga melibatkan negara-negara Eropa.
Iran kemudian menyampaikan keberatannya kepada sejumlah pihak internasional. Araghchi mengaku telah membahas insiden tersebut dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas serta Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Teheran juga memanggil charge d'affaires Ukraina pada Sabtu (25/7/2026) sebagai bentuk protes resmi atas serangan terhadap kapal tersebut.
Sementara itu, Ukraina memiliki versi berbeda terkait operasi di Laut Kaspia. Presiden Volodymyr Zelensky mengklaim serangan jarak jauh yang dilakukan militernya berhasil mengenai target yang berkaitan dengan aktivitas pengiriman kargo militer Iran dan sebuah kapal perang.
Dinas intelijen Ukraina (SBU) menyebut serangan drone tersebut menyasar kapal kargo yang telah dikenai sanksi internasional. Kapal itu diduga digunakan untuk membawa peralatan militer antara Iran dan Rusia.
Di tengah tudingan tersebut, Iran tetap membantah ikut terlibat dalam perang Rusia-Ukraina. Pemerintah Teheran menegaskan tidak mengambil bagian dalam konflik kedua negara.
