Jakarta, MI– Polemik mengenai asal-usul pandemi Covid-19 kembali memanas setelah Kongres Amerika Serikat merilis lebih dari 1.000 halaman catatan pribadi mantan penasihat medis Gedung Putih, Anthony Fauci.
Dokumen yang dijuluki "Fauci Diaries" itu kembali memicu perdebatan mengenai dugaan keterlibatan pemerintah AS dalam pendanaan penelitian virus corona di Wuhan, China, sebelum pandemi meledak pada akhir 2019.
Dokumen tersebut dipublikasikan menjelang sidang Kongres yang mengulas asal-usul Covid-19 sekaligus menelusuri hubungan pendanaan antara pemerintah AS, EcoHealth Alliance, dan Wuhan Institute of Virology (WIV).
Dalam sidang itu, Anthony Fauci memilih menggunakan hak konstitusionalnya berdasarkan Amandemen Kelima Konstitusi Amerika Serikat, sehingga menolak menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan anggota Senat. Keputusan tersebut justru memicu sorotan baru terhadap dugaan pendanaan riset virus di Wuhan.
Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS, Senator Rand Paul, menggunakan dokumen "Fauci Diaries" untuk mempertanyakan konsistensi pernyataan Fauci mengenai asal-usul Covid-19 dan hubungan pemerintah AS dengan penelitian virus di Wuhan.
Isi catatan pribadi Fauci mengungkap berbagai diskusi internal pada awal pandemi, termasuk perdebatan di kalangan ilmuwan mengenai kemungkinan virus berasal dari penularan alami maupun insiden laboratorium. Namun, dokumen tersebut belum memberikan bukti bahwa penelitian yang didanai pemerintah AS menjadi penyebab pandemi Covid-19.
Data yang telah diketahui sebelumnya menunjukkan National Institutes of Health (NIH) memang menyalurkan dana penelitian kepada EcoHealth Alliance untuk riset virus corona pada kelelawar. Sebagian dana itu kemudian digunakan EcoHealth dalam kerja sama penelitian dengan Wuhan Institute of Virology.
Hubungan pendanaan tersebut selama bertahun-tahun menjadi pusat kontroversi, terutama terkait dugaan apakah penelitian itu termasuk kategori gain-of-function research, yakni penelitian yang berpotensi meningkatkan kemampuan suatu virus.
Rand Paul bersama sejumlah senator dari Partai Republik kembali mendesak agar seluruh aliran dana tersebut diselidiki secara menyeluruh. Mereka juga mempertanyakan apakah Fauci dan lembaga yang dipimpinnya telah memberikan keterangan lengkap kepada Kongres mengenai proyek penelitian di Wuhan.
Sementara itu, Fauci tetap membantah tuduhan bahwa lembaganya mendanai penelitian yang memicu pandemi Covid-19. Ia juga menolak anggapan bahwa pemerintah AS menutupi informasi mengenai kemungkinan kebocoran laboratorium.
Dalam keterangannya, Fauci menjelaskan penggunaan Amandemen Kelima dilakukan karena khawatir pernyataannya dapat digunakan sebagai dasar proses hukum terhadap dirinya. Ia juga menyebut pemeriksaan tersebut sarat muatan politik serta mengkritik keputusan Rand Paul yang mempublikasikan catatan pribadinya tanpa penyuntingan.
Meski demikian, sikap Fauci yang memilih bungkam justru membuat kontroversi mengenai pendanaan riset virus Wuhan kembali menjadi perhatian publik. Rand Paul menegaskan penyelidikan akan terus dilanjutkan untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan lembaga pemerintah AS dalam pendanaan penelitian virus sebelum pandemi.
Hingga kini, asal-usul SARS-CoV-2 masih belum dipastikan secara ilmiah. Berbagai penyelidikan internasional belum menghasilkan kesimpulan final mengenai apakah virus berasal dari penularan alami atau berkaitan dengan insiden laboratorium.
Demikian pula, belum terdapat bukti yang memastikan bahwa pendanaan penelitian dari pemerintah AS di Wuhan menjadi penyebab munculnya pandemi Covid-19.**
