Jakarta, MI - Korban tewas akibat tanah longsor di Chongqing, China, bertambah menjadi 51 orang. Sebanyak 10 orang lainnya masih dinyatakan hilang, menjadikan bencana ini sebagai tanah longsor paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade.
Longsor yang terjadi pada 17 Juli itu menghantam Kabupaten Pengshui. Material berupa batu-batu besar menimbun permukiman di tepi Sungai Wujiang dan menjebak puluhan warga di bawah reruntuhan.
Sebelum bencana terjadi, otoritas setempat telah mengevakuasi sekitar 1.100 warga setelah mendeteksi tanda-tanda potensi longsor pada pagi hari.
Presiden China Xi Jinping memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan terus dilanjutkan. Ia juga meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
Menurut otoritas, proses evakuasi berlangsung berat karena volume material longsor mencapai sekitar 18.000 meter kubik. Kondisi lokasi yang sempit juga menyulitkan tim penyelamat menjangkau area terdampak.
Peristiwa ini menjadi tanah longsor paling mematikan di China sejak bencana serupa yang melanda Shaanxi dan Shenzhen pada 2015. Tragedi tersebut kembali menyoroti tingginya risiko longsor di wilayah barat daya China saat musim hujan, ketika curah hujan tinggi kerap memicu longsor dan banjir bandang.
