BREAKINGNEWS

Dikecam Internal hingga Terancam Boikot, FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia

Dikecam Internal hingga Terancam Boikot, FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia
Presiden FIFA Gianni Infantino (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden FIFA Gianni Infantino membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia setelah menuai gelombang penolakan dari internal FIFA hingga ancaman boikot dari negara-negara Eropa.

Sebelumnya, Infantino mengusulkan pembentukan perusahaan senilai US$20 miliar untuk mengelola bisnis Piala Dunia bersama investor swasta, termasuk keluarga Kushner. Namun, proposal yang diumumkan pada 28 Juli 2026 itu langsung memicu kontroversi.

Dalam pernyataan resmi pada Jumat (31/7/2026), Infantino memastikan rencana tersebut dihentikan.

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek tersebut telah menciptakan perpecahan yang sifatnya, terlepas dari tingkat dukungan, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," katanya.

Pejabat FIFA Berontak

Mengutip ESPN, keputusan itu diambil setelah dua petinggi FIFA melontarkan kritik terbuka.

Carlos Cordeiro, mantan bankir Goldman Sachs yang menjadi perwakilan FIFA di Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, memilih mundur dari jabatan penasihat Presiden FIFA sebagai bentuk protes.

"Saya tidak bisa tinggal diam sementara FIFA mempertimbangkan untuk menjual saham di Piala Dunia," tegas Cordeiro.

Tak lama kemudian, Chief Operating Officer (COO) FIFA Kevin Lamour ikut mengkritik proposal tersebut. Kepada Associated Press, ia mengatakan staf FIFA merasa tertipu oleh kurangnya keterbukaan Infantino dalam merencanakan penjualan saham tersebut selama beberapa bulan terakhir. 

Menurutnya, proyek ini harus segera dihentikan. "Ini adalah proyek satu orang," ujar Lamour.

UEFA Ancam Boikot

Tekanan juga datang dari UEFA. Konfederasi yang membawahi 55 federasi sepak bola Eropa itu sebelumnya mengancam memboikot Piala Dunia dan seluruh kompetisi FIFA jika proposal tetap dijalankan.

"Ini bukan sekadar kegagalan kepemimpinan, tetapi juga pengabaian tugas FIFA sebagai kustodian sepak bola dunia," tegas UEFA.

Penolakan kemudian meluas. Concacaf dan AFC ikut menyatakan keberatan terhadap rencana tersebut.

Jika tetap dipaksakan, polemik ini berpotensi mengganggu Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia pada 5 September 2026 yang sebelumnya terancam diboikot anggota UEFA.

Posisi Infantino Jadi Sorotan

Dalam proposalnya, Infantino ingin memisahkan bisnis komersial FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub, ke dalam perusahaan baru dengan valuasi US$20 miliar. Sebanyak 20% saham perusahaan itu rencananya dilepas ke investor swasta.

FIFA menyebut investor utamanya adalah firma investasi asal New York milik Joshua Kushner, adik ipar Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski proposal akhirnya dibatalkan, langkah ini menjadi pukulan bagi kepemimpinan Infantino. Penolakan datang bukan hanya dari konfederasi besar, tetapi juga dari orang-orang terdekatnya di FIFA.

Infantino berharap ketegangan bisa segera mereda dan seluruh pemangku kepentingan kembali fokus pada pengembangan sepak bola dunia.

"Ke depannya, niat saya adalah mempertemukan kembali semua pihak yang berkepentingan dalam beberapa hari dan minggu mendatang dengan semangat kepentingan bersama dalam permainan kami, dan dengan tujuan terus mengembangkan sepak bola, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan kami," pungkasnya.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Dikecam Internal hingga Terancam Boikot, FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia | Monitor Indonesia