Jakarta, MI - Krisis kesehatan mental di tubuh militer Israel kembali menjadi sorotan. Sebanyak 16 tentara Israel (IDF) tercatat meninggal akibat bunuh diri sejak Januari hingga akhir Juli 2026, termasuk dua tentara perempuan.
Mengutip Haaretz, dua kasus terbaru melibatkan prajurit perempuan yang bertugas di unit berbeda.
Salah satu korban merupakan tentara tempur dari Batalyon Bardelas yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Mesir-Israel. Ia ditemukan meninggal di sebuah pangkalan militer di Israel selatan pada Selasa (28/7/2026).
Kasus lainnya melibatkan tentara perempuan yang bertugas di unit intelijen militer di pangkalan Glilot, dekat Ramat Hasharon, Israel tengah. Ia ditemukan meninggal pada Minggu (26/7/2026) dan disebut memegang posisi rahasia.
Data Haaretz menunjukkan angka bunuh diri di kalangan tentara aktif IDF terus meningkat. Selain 16 tentara aktif yang meninggal sejak awal tahun, sedikitnya sembilan personel reguler dan cadangan yang pernah terlibat dalam perang juga dilaporkan mengakhiri hidup ketika tidak sedang bertugas.
Tekanan Perang Gaza Jadi Pemicu
Gelombang bunuh diri di kalangan tentara Israel meningkat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023. Militer Israel melalui Polisi Militer kini melakukan penyelidikan atas dua kasus terbaru tersebut.
Investigasi internal IDF sebelumnya menyebut sebagian besar kasus berkaitan dengan trauma akibat operasi militer, paparan pertempuran panjang, kehilangan rekan, serta tekanan psikologis setelah kembali dari medan perang.
Laporan Haaretz menyebut hampir 50 tentara Israel telah meninggal akibat bunuh diri sejak perang Gaza dimulai. Rinciannya, 17 kasus terjadi sepanjang 2025, 24 kasus pada 2024, dan 17 kasus pada 2023, termasuk tujuh kasus setelah konflik Gaza pecah.
Lembaga penyiaran publik Israel KAN juga melaporkan bahwa setiap kasus bunuh diri di lingkungan militer diselidiki secara mendalam, termasuk dengan memeriksa surat perpisahan dan mewawancarai keluarga maupun orang terdekat korban.
Hasil penyelidikan menunjukkan mayoritas kasus terkait dengan dampak psikologis dari perang berkepanjangan.
"Sebagian besar kasus bunuh diri ini adalah akibat dari realitas kompleks yang diciptakan oleh perang di Gaza. Perang memiliki konsekuensi," ungkap pejabat senior militer Israel kepada KAN, dikutip Anadolu Agency.
