BREAKINGNEWS

Jelang Pelantikan Presiden Baru, Truk Bermuatan Bom Guncang Kantor Polisi Kolombia 11 Orang Terluka

Jelang Pelantikan Presiden Baru, Truk Bermuatan Bom Guncang Kantor Polisi Kolombia 11 Orang Terluka
Jelang Pelantikan Presiden Baru, Truk Bermuatan Bom Guncang Kantor Polisi Kolombia 11 Orang Terluka

Bogota, MI – Situasi keamanan di Kolombia kembali memanas menjelang pergantian kepemimpinan nasional. Sebuah truk bermuatan bahan peledak meledak di depan kantor polisi di Kota Cucuta, wilayah perbatasan Kolombia-Venezuela, hanya enam hari sebelum presiden terpilih Abelardo de la Espriella resmi dilantik.

Ledakan tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 orang terluka, terdiri dari delapan anggota kepolisian dan tiga warga sipil. Aparat keamanan langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik serangan yang diduga merupakan aksi terorisme.

Sekretaris Keamanan Departemen Norte de Santander mengecam keras serangan tersebut dan memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan medis.

"Saat ini, kami mencatat ada delapan anggota polisi dan tiga warga sipil yang mengalami luka-luka. Ini adalah tindakan yang keji dan brutal dan apa yang terjadi sangat disayangkan," ujarnya.

Presiden terpilih Abelardo de la Espriella juga bereaksi keras atas insiden tersebut. Ia menegaskan aksi bom tidak akan menggoyahkan tekad pemerintah maupun rakyat Kolombia untuk melawan terorisme.

"Saya mengutuk dengan nada paling keras serangan teroris penakut yang terjadi di Cucuta terhadap Kepolisian Nasional kita. Terorisme tidak akan mengintimidasi Kolombia atau mematahkan tekad rakyat Kolombia untuk hidup dalam damai dan aman," tegas De la Espriella.

Serangan terjadi pada Sabtu (1/8/2026) waktu setempat. Untuk mempercepat pengungkapan kasus, pemerintah Kolombia menawarkan hadiah lebih dari USD 32.000 atau sekitar Rp500 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan para pelaku.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan menjelang pelantikan Abelardo de la Espriella pada 7 Agustus 2026 di Kota Cali. Ia akan menggantikan Presiden Gustavo Petro dan telah berjanji memperkuat operasi militer serta penegakan hukum terhadap kelompok gerilya dan jaringan perdagangan narkotika yang selama ini menjadi sumber utama kekerasan di Kolombia.

Dengan dukungan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, De la Espriella menargetkan pendekatan keamanan yang lebih agresif guna memulihkan stabilitas nasional setelah negara itu mengalami gelombang kekerasan terburuk dalam satu dekade terakhir.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Jelang Pelantikan Presiden Baru, Truk Bermuatan Bom Guncang Kantor Polisi Kolombia 11 Orang Terluka | Monitor Indonesia